<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335</id><updated>2012-01-23T05:37:13.718-08:00</updated><category term='Bible and Science'/><category term='Systematic Theology'/><category term='Saksi Yehova'/><title type='text'>Victor Bob</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi berbagai artikel teologi. Pandangan teologi yang saya anut adalah teologi Reformed.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-4359993554113441429</id><published>2009-03-12T11:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T00:10:45.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bible and Science'/><title type='text'>SCIENCE VERSUS BIBLE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sblcd-eivCI/AAAAAAAAADc/ZJpgmwlxGqY/s1600-h/space.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 149px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sblcd-eivCI/AAAAAAAAADc/ZJpgmwlxGqY/s200/space.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312378905517276194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang sering saya temui: "Apakah Alkitab masih relevan dengan science modern?" Di balik pertanyaan tersebut ada nuansa pertentangan antara Alkitab dengan science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnyha science yang BENAR seharusnya tidak bertentangan dengan Kitab suci yang BENAR. (Kata "BENAR" sini patut di perhatikan dengan seksama. Tidak semua science itu benar. Dan juga tidak semua kitab yang diakui oleh masing-masing agama sebagai Kitab Sucinya adalah sungguh-sungguh Kitab Suci yang diwahyukan olah Allah Sang Pencipta. Dalam hal ini saya percaya bahwa kitab suci agama Kristen - 39 pasal kitab Perjanjian Lama dan 27 pasal kitab Perjanjian Baru -  adalah kitab-kitab yang diwahyukan oleh Allah. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut di dalam pembahasan yang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Science itu adalah interpretasi terhadap alam ciptaan Tuhan (wahyu umum). Sedangkan Teologi atau pelajaran agama adalah interpretasi terhadap Alkitab (wahyu khusus).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;SCIENCE (interpretasi) ---&gt; ALAM (fakta/berasal dari Allah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TEOLOGI (interpretasi) ---&gt; ALKITAB (fakta/berasal dari Allah)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena science adalah hasil interpretasi, maka science tidak dapat disejajarkan dengan Alkitab. Sebagai hasil interpretasi, science hanya bisa disejajarkan dengan Teologi (atau pelajaran agama) yang juga adalah hasil interpretasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;SCIENCE // TEOLOGI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ALAM      // ALKITAB&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alam dan Alkitab keduanya berasal dari Allah, keduanya tidak mungkin salah dan keduanya tidak mungkin saling berkontradiksi. Sedangkan science dan teologi adalah hasil interpretasi, maka keduanya mungkin bisa terjadi kesalahan dan keduanya bisa saling berkontradiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCIENCE (interpretasi) ---&gt; mungkin salah&lt;br /&gt;TEOLOGI (interpretasi) ---&gt; mungkin salah&lt;br /&gt;ALAM (fakta) ---&gt; tidak mungkin salah&lt;br /&gt;ALKITAB (fakta) ---&gt; tidak mungkin salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada pertentangan antara science dengan fakta yang terdapat di dalam alam maka sudah pasti science salah. Demikianpula jika terjadi pertentangan antara teologi dengan Alkitab, sudah pasti teologi bersalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;SCIENCE   x  ALAM = SCIENCE SALAH&lt;/li&gt;&lt;li&gt;TEOLOGI  x  ALKITAB   = TEOLOGI SALAH&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jika terdapat pertentangan antara science dengan teologi maka kemungkinannya adalah: salah satunya salah atau kedua-duanya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCIENCE x TEOLOGI =  .... &lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Science benar, teologi salah, atau&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Science  salah, teologi benar, atau&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keduanya salah (Science salah, teologi juga salah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(tidak ada alternatif keempat: Science benar, teologi benar).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan antara alam dan Alkitab tidak mungkin ada pertentangan, karena kedua-duanya berasal dari Allah. Jikalau terdapat perbedaan pandangan antara ilmuwan dengan rohaniwan, maka kedua pihak harus menguji kembali pandangan mereka masing-masing. Ilmuwan harus meneliti kembali apakah penyelidikannya terhadap alam sudah benar. Rohaniwan juga harus meneliti kembali apakah penyelidikannya terhadap Kitab Suci sudah benar.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [VB]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-4359993554113441429?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/4359993554113441429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/science-versus-bible.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/4359993554113441429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/4359993554113441429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/science-versus-bible.html' title='SCIENCE VERSUS BIBLE'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sblcd-eivCI/AAAAAAAAADc/ZJpgmwlxGqY/s72-c/space.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-7978855203704340723</id><published>2009-03-12T07:04:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T12:56:27.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bible and Science'/><title type='text'>PEMBUKTIAN KEBERADAAN AIR BAH SEBAGAI BANJIR GLOBAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkYjS24jEI/AAAAAAAAADU/-D2xeoL5Q1w/s1600-h/noah-ark.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 325px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkYjS24jEI/AAAAAAAAADU/-D2xeoL5Q1w/s400/noah-ark.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312304230096735298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.”&lt;/span&gt; (2 Petrus 3:5-6)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    TIGA MACAM PANDANGAN MENGENAI KEBERADAAN AIR BAH:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Air bah sebagai banjir lokal. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air bah sebagai banjir global. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kisah air bah hanyalah sebuah mitos.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. PEMBUKTIAN KEBERADAAN AIR BAH SEBAGAI BANJIR GLOBAL BERDASARKAN ALKITAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Terminologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata yang dipakai dalam Perjanjian Lama untuk menerangkan peristiwa ini air bah ialah mabbul. Di luar cerita dalam Kejadian 6-11 kata ini hanya terdapat dalam Mazmur 29:10, dan kata itu harus diterima artinya sebagai air meluap secara besar-besaran, seperti yang dibicarakan dalam Kejadian. Dalam LXX istilah mabbul diterjemahkan kataklysmos, dan kata ini dipakai juga dalam Perjanjian Baru untuk menerangkan kejadian yang sama (Mat 24:38-39; Luk 17:27; 2 Pet 2:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Ketinggian Air (Kej 7:19)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin banjir yang begitu tinggi yang menutupi puncak gunung dapat disebut sebagai banjir lokal? Dapatkah air tegak berdiri di suatu tempat hingga menutupi puncak gunung, dan dapat tidak mengalir ke tempat yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Lamanya Banjir (Kej 7:24). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah terjadi bahwa banjir lokal yang begitu dahsyat dapat menggenangi suatu kawasan dalam waktu yang begitu lama, kecuali genangan air dalam skala kecil seperti danau. Jikalau yang terjadi adalah banjir dalam skala kecil, maka sebuah bahtera yang besar tidak diperlukan untuk menyelamatkan binatang-binatang dari kepunahan. Cukuplah dengan cara mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, maka semuanya akan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Ukuran Bahtera (Kej 6:15) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan ukuran bahtera tersebut adalah 137 m X 23 m X 14 m (minimum) atau 183 m X 31 m X 18 m (maximum).  Bahtera yang sangat besar ini sama sekali tidaklah diperlukan jika sekiranya air bah itu hanya bersifat lokal. Nuh memerlukan bahtera itu seakan-akan itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kehidupan dalam suatu malapetaka yang menimpa seluruh bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Jarak Antara Tempat Semula Dengan Tempat Bahtera Terdampar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahtera Nuh terdampar di gunung Ararat berjarak 800 kilometer dari posisi semula. Posisi semula adalah disekitar taman Eden (antara sungai Efrat dan Tigris). Suatu jarak yang terlalu luas untuk ukuran banjir lokal. Jarak ini lebih jauh dari jarak dari Jakarta ke Surabaya. Sebuah kapal yang sangat besar melintasi daratan yang sangat luas hanya dapat terjadi apabila banjir yang maha dahsyat yang telah menutupi seluruh puncak-puncak gunung (dan juga berarti telah menutupi seluruh permukaan bumi). Jikalau yang terjadi adalah banjir lokal, sudah pasti bahtera Nuh sudah kandas di tengah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Burung Merpati (Kejadian 8:8-9). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Burung merpati dapat terbang menepuh jarak 1000 km dan memiliki kemampuan navigasi yang sangan baik. Bila dilepas di suatu tempat burung tersebut secara naluri selalu terbang menuju ke tempat asalnya. Ketika Nuh melepas burung merpati, burung tersebut segera terbang menjelajah sekitar 800 km menuju ketempat asal mulanya. Namun burung ini kembali lagi dan karena tidak ada tempat untuknya bertengger pada areal yang sangat luas. Dari bagian ini dapat disimpulkan bahwa banjir telah melanda kawasan yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Perjanjian (Kej 9:11)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jikalau yang dimaksudkan dari perjanjian ini adalah Allah tidak akan lagi memberikan banjir lokal, tentunya hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi di dalam sejarah selanjutnya. Banjir lokal yang banyak memakan korban jiwa kerap terjadi di sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    BUKTI-BUKTI EKSTERNAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Ladang Timbunan Fosil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap daratan terdapat banyak ladang timbunan fosil. Fosil hanya terjadi apabila suatu makhluk hidup segera terkubur sebelum terjadinya pembusukan. Banyak dari fosil menunjukkan melalui bagian lembut dan berdagingnya bahwa mereka dikuburkan sebelum membusuk.  Hal ini, bersamaan dengan munculnya fosil polistrata (fosil yang menembus dua atau lebih strata batuan sedimen) pada formasi Carboniferous, Mesozoic dan Cenozoic, merupakan bukti pasti bahwa materi ini telah terurai dalam waktu yang cukup cepat, bukan dalam ratusan juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ladang timbunan fosil di seluruh dunia menunjukkan bahwa telah terjadi suatu malapetaka pada taraf yang meliputi seluruh dunia.   Telah terjadi kematian dan penguburan yang cepat dari kehidupan hewan dan tumbuhan oleh suatu banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan fosil ikan di pegunungan Alpen. Fosil ikan paus dan reptil di pegunungan Rockies di Kanada. Puluhan ribu fosil gajah di Siberia (Siberia berada di dekat Kutub Utara). Fosil kuda nil di dasar lapisan sungai di Sisilia. Tumpukan fosil kuda di Perancis dan di bagian lainnya di Eropa. Dan temuan fosil-fosil di berbagai kawasan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Terbentuknya Batu-batuan Sedimen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Batu-batuan sedimen adalah batu-batuan yang terbentuk oleh hanyutan air (endapan lumpur). Jenis batu-batuan yang terdapat di kulit bumi: Batu-batuan sedimenter 75 %, batu-batuan vulkanis 25 %. Batu-batuan sedimen telah menutupi sebagian besar kulit bumi, mulai dari puncak-puncak gunung yang tinggi sampai ke jurang-jurang yang dalam. Itu berarti seluruh permukaan bumi pernah digenangi oleh air dan lumpur yang tebal. Selain itu, hampir 100 % fosil yang telah ditemukan berasal dari lapisan batu sedimen. Ini menunjukkan bahwa fosil terbentuk pada saat terjadinya air bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Bukti Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ilmu arkeologi memberi petunjuk bahwa pesisir pantai bagian timur Laut Tengah (tempat Nuh bermukim) merupakan tempat awal kelahiran peradaban, tempat asal mulanya perlangsung perpindahan umat manusia, serta sumber asalnya berbagai macam bahasa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal termuda yang pernah dibuktikan dari sejarah peradaban yang belum terungkap sekitar 2500 tahun Sebelum Masehi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahun tersebut adalah sekitar waktu terjadinya malapetaka air bah! Tanaman tertua yang masih hidup sampai saat ini adalah pohon pinus (Bristlecone) yang terdapat di California dan Nevada di perkirakan umurnya 4000 dan 4900 tahun, sama tuanya dengan peristiwa air bah itu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hampir setiap kebudayaan di bumi memiliki legenda tentang suatu air bah yang traumatis, di mana hanya beberapa orang yang selamat dalam suatu kapal besar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Statistik Pertumbuhan Penduduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penganut teori evolusi mengatakan bahwa manusia telah hidup sejak 1 juta tahun yang lalu. Seandainya teori ini benar, tentulah seluruh permukaan bumi telah dipadati oleh manusia. Namun kenyataannya dari jumlah manusia yang hidup pada jaman ini tidak mendukung teori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Punahnya Dinosaurus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penganut teori evolusi beranggapan bahwa dinosaurus tidak hidup sejaman dengan manusia. Mereka berpendapat bahwa donosaurus hidup antara 65 juta sampai 200 juta tahun sebelum adanya manusia. Namun beberapa temuan telah membuktikan bahwa dinosaurus dan manusia pernah hidup sejaman:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Telah ditemukan ukiran pahat berbentuk binatang “archaeornis” dan “archaeopteryx” (sejenis donosaurus) yang dibuat oleh bangsa Maya kuno. Binatang ini dianggap oleh penganut evolusi telah punah 130 juta tahun yang lalu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lukisan-lukisan tentang binatang dinosaurus dari berbagai ragam jenis teolah digambarkan oleh manusia di dalam gua-gua dan dinding-dinding ngarai. Hal ini membuktikan bahwa manusia pernah hidup sejaman dengan dinosaurus. Untuk melukiskannya sudah tentu harus melihatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditemukan jejak kaki manusia bersamaan dengan jejak kaki dinosaurus pada lapisan tanah yang sama di sekitar sungai Paluxy, Texas. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Batubara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Batubara adalah sejumlah besar timbunan tumbuh-tumbuhan yang telah membatu dan mengalami karbonisasi. Proses terjadinya batubara tidak memerlukan waktu sampai berjuta-juta tahun seperti yang diungkapkan oleh penganut teori evolusi. Ia dapat terbentuk dalam waktu yang cukup singkat melalui tekanan beban yang sangat besar.  Beberapa temuan batubara yang menandai adanya air bah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ditemukan bongkahan batubara yang didalamnya terdapat binatang-binatang laut yang menunjukkan bahwa pernah terjadi malapetaka besar berupa air bah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditemukan batubara yang terdiri dari campuran berbagai jenis kayu dalam kondisi campur aduk (kacau balau).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditemukan batubara yang berasal dari kayu pinus (bukan tumbuhan rawa seperti pada umumnya), dan dalam posisi bertumpuk-tumpuk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tumpukan kayu yang kacau balau yang bercampur dengan berbagai jenis binatang hanya dimungkinkan oleh adanya malapetaka besar berupa air bah. Dan dengan ketinggian air yang mencapai setinggi gunung telah memberi tekanan beban yang sangat besar, sehingga kayu mengalami karbonisasi dan berubah menjadi batubara.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Minyak Bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minyak bumi merupakan sisa-sisa yang telah berubah bentuk dari dari binatang-binatang laut yang terperangkap dan terkubur, sebagian besar terdiri dari bagian lembut dan binatang-binatang tidak bertulang belakang. Kehadiran minyak bumi menuntut adanya suatu timbunan yang disebabkan oleh malapetaka, bencana dahsyat besar-besaran dari samudra untuk membinasakan sejumlah besar organisme binatang laut. Terbentuknya minyak bumi bukanlah persoalan waktu, akan tetapi menyangkut persoalan tekanan dan suhu.  Adanya kandungan minyak bumi di setiap daratan benua dan setiap samudra menjadi bukti yang kuat bahwa pernah terjadi banjir global yang melanda seluruh permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.    Kuburan-kuburan Gua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di temukan dibeberapa tempat gua-gua yang berisi berbagai kerangka binatang serba aneh yang campur-baur secara tidak normal yang sebenarnya tidak pernah hidup bersama. Nampaknya binatang-binatang tersebut telah berjuang mendaki gunung, pencari tempat pengungsian dari banjir yang dahsyat dan hujan yang lebat. Setelah menemukan tempat perlindungan di dalam gua, yang terjadi malah mengalami nasib yang malang, yaitu terbenam dan terkubur di gua itu secara bersama-sama. Gua-gua semacam itu terdapat di Prancis, Siprus, Malta, Sisilia, Indonesia, Australia, Amerika Utara dan Selatan, Inggris, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV.    SUMBER AIR&lt;br /&gt;(2 Petrus 3:5-6) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ada suatu hubungan simetri antara kisah penciptaan (Kej 1) dengan kisah air bah: Pada mulanya bumi berasal dari air, dan kemudian dibinasakan oleh air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mulanya bumi di tutupi oleh air, kemudian Allah memisahkan air yang di atas dengan air  yang di bawah. Air yang dibawah dipisahkan dengan daratan. Kemudian Allah memunculkan kehidupan yang baik di bumi. Namun suatu saat kehidupan di bumi dipenuhi oleh kejahatan. Allah membinasakan kehidupan dibumi dengan cara menggabungkan darat dan laut serta mencurahkan air dari langit. Akhirnya bumi kembali ditutupi oleh air. Kesimpulannya, kalau pada awalnya dunia pernah ditutupi oleh air, maka tidaklah mustahil bila suatu hari air yang sama sekali lagi menutupi dunia yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari gunung-gunung di bumi terbentuk setelah hampir semua sedimen terdeposit.  Jika gunung-gunung ini diratakan kembali (dan kantung-kantung lautan akan naik sebagai kompensasi dari turunnya sejumlah besar massa ini), maka lautan akan membanjiri seluruh bumi.  Karena itu, terdapat cukup banyak air di bumi untuk melingkupi gunung-gunung kecil yang telah ada sebelum banjir itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V.    AIR DI ATAS CAKRAWALA&lt;br /&gt;(Kej 1:6-7; 7:11-12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Cakrawala yang disebutkan pada bagian ini tidak dapat disamakan dengan cakrawalan yang ada pada jaman sekarang ini. Cakrawala pada masa itu merupakan tabir air atau semacam lapisan uap air yang sangat tebal. Adanya tabir air yang sangat tebal ini mengakibatkan iklim bumi pada masa itu jauh berbeda dengan iklim bumi pada masa sekarang ini. Tabir air tersebut melindungi bumi terhadap terpaan sinar matahari secara langsung, sekaligus merambatkan (membelokkan) sinar matahari ke permukaan lainnya di bumi, seperti kutub utara dan kutub selatan. Penangkalan dan perambatan sinar ini mengakibatkan daerah katulistiwa menjadi tidak terlalu panas dan daerah kutub tidak terlalu dingin.&lt;br /&gt;Di kalangan ilmuwan ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa pada jaman purba kala bumi ini pernah mengalami iklim global. Tidak ada perbedaan iklim di tempat yang satu dengan tempat yang lainnya. Suhu rata-rata pada masa itu sekitar 22oC. Seluruh tempat di muka bumi merupakan tempat yang ideal bagi kehidupan semuah makhluk. Beberapa temuan di bawah ini membuktikan keberadaan iklim global di muka bumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya spora di lapisan es kutub utara. Suatu tim ekspedisi ke kutub utara di dalam pengeborannya de dalam lapisan es terdalam telah menemukan beberapa jenis spora. Mereka berpendapat bahwa pada jaman dahulu kutub utara adalah daerah yang hijau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditemukan bongkahan batu bara di kutub utara. Batu bara adalah tumbuh-tubuhan yang mengalami proses karbonisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jutaan fosil gajah mammoth di daerah Siberia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditemukan bangkai gajah mammoth di dalam bongkahan es dalam keadaan utuh (masih memiliki kulit dan bulu)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Kondisi alam yang ideal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh firman Tuhan yang mengatakan “semua itu baik” (Kejadian). Namun berkat Allah pada suatu saat dapat berubah menjadi kutuk. Tabir air yang pada masa itu melindungi bumi dari terpaan sinar matahari pada suatu saat telah menjadi sumber malapetaka besar. Karena keberdosaan manusia maka Allah menurunkan tabir air yang menjadi sumber air bah. Lapisan air yang begitu tebalnya diturunkan sekaligus selama 40 hari berturut-turut. Air yang pada awal penciptaan pernah menutupi seluruh permukaan bumi akhirnya kembali menutupi seluruh permukaan bumi.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [VB]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;http://victormordechai.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-7978855203704340723?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/7978855203704340723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/pembuktian-keberadaan-air-bah-sebagai.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/7978855203704340723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/7978855203704340723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/pembuktian-keberadaan-air-bah-sebagai.html' title='PEMBUKTIAN KEBERADAAN AIR BAH SEBAGAI BANJIR GLOBAL'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkYjS24jEI/AAAAAAAAADU/-D2xeoL5Q1w/s72-c/noah-ark.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-4235923308305724466</id><published>2009-03-12T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T07:18:52.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bible and Science'/><title type='text'>MEMATAHKAN TEORI EVOLUSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkVnV3Y4_I/AAAAAAAAADE/RPK2l2KaMUw/s1600-h/creationist.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 269px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkVnV3Y4_I/AAAAAAAAADE/RPK2l2KaMUw/s400/creationist.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312301001088754674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. TEORI EVOLUSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup. Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya ide tentang teori evolusi telah berakar sejak jaman Aristoteles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh Evolusi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Carolus Linnaeus, &lt;/span&gt;penggagas sistem klasifikasi biologi modern, menunjukkan bahwa seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hierarki yang, apabila digambarkan dalam bentuk diagram, menyerupai silsilah. Setelah Linnaeus, para naturalis sering menanggap bahwa makhluk hidup saling 'berkerabat' namun mereka belum tahu apa penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jean Baptiste de Lamarck, &lt;/span&gt;seorang naturalis dari Perancis, adalah ilmuwan pertama yang mengajukan ide terjadinya perubahan terhadap makhluk hidup seiring dengan waktu sebagai akibat dari pengaruh lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Charles Darwin &lt;/span&gt;adalah seorang naturalis Inggris yang mengikuti ekplorasi kapal HMS Beagle untuk membuat peta pelabuhan dunia pada tahun 1831. Di sepanjang perjalanan inilah Darwin meneliti berbagai hewan dan tumbuhan yang dijumpainya. Darwin berada di Kepulauan Galapagos selama kurang lebih 2 bulan dan melakukan berbagai pengamatan terhadap bermacam hewan yang ada di kepulauan terpencil itu. Melalui pengamatan ini, dan juga berbagai pengamatan lanjutan yang dilakukannya selama puluhan tahun atas koleksi hewan dan tumbuhan yang diperolehnya-lah Darwin membentuk embrio teori evolusi. Pada 1859, Darwin menerbitkan "On the Origin of Species by means of Natural Selection", yang menyajikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kehidupan telah ber-evolusi sepanjang sejarahnya dan bahwa mekanisme yang menyebabkan terjadinya evolusi adalah seleksi alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ernst Mayr,&lt;/span&gt; Darwin mengajukan lima teori perihal evolusi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahwa kehidupan tidak tetap sama sejak awal keberadaannya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesamaan leluhur bagi semua makhluk hidup &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Evolusi bersifat gradual (berangsur-angsur) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terjadi pertambahan jumlah spesies dan percabangan garis keturunan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seleksi alam merupakan mekanisme evolusi &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Evolusi menjelaskan sejarah makhluk hidup, hewan, tumbuhan, fungi, mikroba. Bukti pendukungnya amat banyak dan berasal dari berbagai cabang biologi: hierarki taksonomi sebagaimana ditemukan Linnaeus dan para penerusnya, fosil-fosil yang menunjukkan bahwa kehidupan di masa lalu berbeda bentuknya dengan kehidupan masa sekarang, hingga bukti genetika yang menunjukkan kesamaan antara berbagai makhluk hidup. Kini evolusi bisa dikatakan telah menjadi teori sentral dalam biologi modern -- tak salah bila ahli genetika Theodosius Dobzhansky berkata, "Nothing in biology makes sense except in the light of evolution".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. ASUMSI DASAR TEORI EVOLUSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Alam senantiasa berubah menuju kesempurnaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spesies yang satu berubah menjadi spesies yang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan melalui mekanisme seleksi alam (Darwinisme)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua terjadi secara kebetulan, tanpa ada yang mengendalikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. MEMATAHKAN TEORI EVOLUSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    UMUR BUMI DAN ALAM SEMESTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teori evolusi mensyaratkan bumi dan alam semesta berusia sangat tua. Beberapa pandangan menyebutkan mulai dari 30 juta tahun sampai 30 milyar tahun. Bahkan ada pandangan yang mengatakan alam semesta tidak memiliki awal dan juga akhir. Alam semesta telah ada dengan sendirinya. Pandangan ini bertentangan dengan yang tercatat di dalam Alkitab (antara 6000 sampai 10000 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Hukum Termodinamika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum Pertama Termodinamika&lt;/span&gt; menyatakan bahwa energi pada jagad raya ini konstan atau tetap.  Banyak percobaan telah menunjukkan, bahwa jumlah energi yang ada (atau ekuivalen massanya) selalu konstan, tidak peduli apapun proses konversinya.  Dengan kata lain, Hukum Pertama juga menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan.  Karena pada kenyataanya terdapat begitu banyak energi di jagad raya, energi itu haruslah diciptakan sebelum Hukum Pertama tersebut berlaku.  Selanjutnya, karena energi tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, maka Sesuatu yang berada di luar itu semua haruslah yang menciptakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsekuensi dari Hukum Kedua Termodinamika &lt;/span&gt;adalah bahwa jagad raya tidaklah mungkin selalu ada, pastilah ada suatu saat di mana ia dimulai.  Konsekuensi lanjutnya adalah ketika jagad raya dimulai, keadaannya jauh lebih rapi daripada sekarang ini – bukannya dalam keadaan yang amat kacau balau seperti yang diasumsikan oleh para penganut teori evolusi dan teori Ledakan Dahsyat (Big Bang)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dalam Limitation of Science, J.W.N. Sullivan mengatakan, “Salah satu kaidah ilmu alam yang paling tidak dapat dibantah menyatakan bahwa keadaan alam semesta makin merosot, dengan perlahan tetapi pasti... kita hidup di alam yang menuju kehancuran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Medan Magnet Bumi. &lt;/span&gt;Pengukuran langsung terhadap medan magnet bumi selama 140 tahun terakhir menunjukkan suatu penyimpangan kekuatan yang tetap dan cepat.  Pola pembusukan ini sejalan dengan pandangan teoritis bahwa terdapat suatu arus listrik dalam bumi yang menghasilkan medan magnet.  Jika pandangan ini benar, maka 25000 tahun yang lalu arus listrik masih dalam jumlah yang begitu besar sehingga struktur bumi tidak akan sanggup menahan panas yang dihasilkannya.  Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa usia bumi tidaklah lebih dari 25000 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Kadar Erosi. &lt;/span&gt;Lebih dari 27 miliar ton sedimen, terutama dari sungai-sungai, telah memasuki lautan setiap tahun.  Tentu saja, kecepatan perpindahan sedimen tidak konstan dan telah semakin lambat karena lapisan atas yang lebih tidak padat telah hilang.  Tetapi, seandainya kecepatan tersebut adalah konstan, maka sedimen yang mengalir ke laut tersebut pastilah telah terakumulasi hanya dalam waktu 30 juta tahun.  Karena itu, benua dan lautan tidak mungkin berusia satu miliar tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganut evolusi percaya bahwa benua-benua telah ada selama satu miliar tahun. Tetapi benua-benua telah tererosi dengan kecepatan yang hanya mungkin terjadi apabila usia benua tersebut hanya sekitar 14 juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Kadar Helium.&lt;/span&gt; Atmosfir memiliki kandungan helium yang berusia kurang dari 40000 tahun, didasarkan pada jumlah produksi helium dari pembusukan uranium dan thorium.  Tidak diketahui bagaimana caranya sejumlah besar helium dapat terlepas dari atmosfir.  Dapat disimpulkan usia atmosfir masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Keberadaan gas dan minyak tekanan tinggi dalam batuan berpori &lt;/span&gt;menunjukkan bahwa fluida tersebut hanya mungkin terbentuk atau terselubung dalam waktu kurang dari 10000 tahun lalu.  Bila telah terperangkap lebih dari waktu tersebut, maka kebocoran yang terjadi pastilah telah menurunkan tekanan sampai tingkat yang jauh lebih rendah dari yang ada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Debu Meteor. &lt;/span&gt;Tidak pernah ada suatu laporan otentik tentang penemuan jejak meteor pada materi sedimen.  Jika sedimen yang memiliki kedalaman rata-rata 1 ½ mil telah ada selama ratusan juta tahun, maka seharusnya banyak jejak meteor yang dapat ditemukan karena meteor telah secara teratur jatuh pada permukaan bumi.  Karena itu, sedimentasi tampaknya telah terdeposisi secara cepat, dan lebih lanjut lagi, karena tidak ada laporan tentang jejak meteor di balik sedimen, maka jejak tersebut pastilah telah terbentuk pada waktu yang belum begitu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kecepatan akumulasi debu meteor pada bumi adalah seperti yang diasumsikan, maka dalam waktu 5 juta tahun akan tertimbun sedalam 182 kaki debu.  Karena kandungan nikel pada debu ini tinggi, maka seharusnya terdapat kadar nikel yang amat sangat tinggi pada batuan kristal di bumi.  Kenyataannya tidak ditemukan konsentrasi nikel yang tinggi baik di daratan maupun lautan.  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usia bumi sebenarnya masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika usia bulan miliaran tahun, maka seharusnya di sana telah terakumulasi debu angkasa yang sangat tebal hingga mencapai kedalaman 1 mil.  Sebelum ada instrumen peneliti ditempatkan di bulan, NASA sangat kuatir bahwa astronotnya akan tenggelam dalam lautan debu.  Hal ini ternyata tidak terjadi, hanya sedikit sekali debu angkasa yang ditemukan di permukaan bulan.  Kesimpulannya : bulan masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Matahari terus menyusut.&lt;/span&gt; Sejak tahun 1836, lebih dari 100 pengamat pada Royal Greenwich Observatory dan U.S. Naval Observatory telah melakukan pengukuran visual langsung yang menunjukkan bahwa diameter matahari mengecil dengan kecepatan 0,1% setiap abad atau sekitar 5 kaki setiap jam.  Lebih lanjut, catatan tentang gerhana matahari menunjukkan bahwa pengerutan cepat ini telah berlangsung selama 400 tahun terakhir.  Beberapa teknik tidak langsung juga mengkonfirmasikan kejatuhan gravitasi ini, meskipun kecepatannya hanya diperkirakan 1/7 nya saja.  Menggunakan data yang paling konservatif, dapat disimpulkan bahwa apabila matahari telah ada satu juta tahun yang lalu, maka ukurannya pastilah sangat besar sehingga kondisi bumi akan sangatlah panas sehingga tidak satu bentuk kehidupan pun dapat bertahan.  Meskipun demikian, para penganut evolusi masih tetap memaksakan pendapat bahwa satu juta tahun yang lalu semua bentuk kehidupan sama keadaanya dengan sekarang, dan telah menyelesaikan semua tingkat evolusinya yang telah berlangsung selama ribuan juta tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.    Komet-komet periode singkat membakar sebagian massanya &lt;/span&gt;setiap kali mereka melewati matahari.  Dengan demikian, tidak akan ada lagi sisa dari komet-komet tersebut setelah 10 ribu tahun.  Tidak ada sumber yang dikenal dapat menggantikan komet.  Jika komet terjadi pada waktu yang sama dengan tata surya, maka usia tata surya harus kurang dari 10 ribu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.    Radiometrik.&lt;/span&gt; Masyarakat telah sangat dikecohkan tentang keandalan teknik penelusuran radiometrik (metode Potassium-Argon, metode Rubidium-Strontium dan metode Uranium-Thorium).  Banyak dari usia yang diumumkan dapat diperiksa menggunakan perbandingan dengan usia yang diperkirakan untuk fosil-fosil yang melekat pada batuan yang diperiksa dengan teknik penelusuran radiometrik.  Pada lebih dari 300 kasus yang telah dipublikasikan (hampir separuhnya), hasil penelusuran radiometrik mengalami kesalahan paling tidak satu generasi geologis, hal mana menunjukkan kesalahan fatal pada metodologinya.  Satu pertanyaan yang tidak dapat dijawab adalah, “Berapa banyak hasil pemeriksaan yang tidak diumumkan karena salah ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    FOSIL DAN LAPISAN BUMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Kolom Geologi. &lt;/span&gt;Tidak seorang pun di dunia dapat menemukan tempat yang disebut sebagai “Kolom Geologis”.  Di Grand Canyon sekalipun, hanya dapat ditemukan suatu fraksi kecil dari kolom imajiner ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada formasi batuan di Utah, Pennsylvania, Missouri dan Kentucky, jejak kaki manusia yang dianggap berusia 150 sampai 600 juta tahun telah ditemukan dan diperiksa oleh berbagai badan berwenang.  Di sini jelas terdapat kesalahan besar secara kronologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa tidak ada “ketidaksesuaian” global pada lapisan sedimentasi bumi menunjukkan kemungkinan bahwa keseluruhan data geologis tersebut telah terdeposit secara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Fosil Index.&lt;/span&gt; Pembentukan geologis hampir selalu dicatat dengan kandungan fosilnya, terutama oleh fosil index dari beberapa hewan punah tertentu.  Usia fosil dihitung dari urutan evolusi asumsi, tetapi sebaliknya, urutan evolusi juga didasarkan pada usia fosil !  Hal ini menunjukkan pengalasan melingkar.  Akibatnya, prosedur ini menghasilkan banyak sekali kontradiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Jejak Kaki di Paluxi. &lt;/span&gt;Jejak kaki manusia diketemukan bersebelahan dengan jejak kaki dinosaurus pada formasi batuan yang terdapat pada sungai Paluxy di Texas.  Hal ini jelas menunjukkan bahwa manusia dan dinosaurus hidup pada saat dan tempat yang sama.  Tetapi para penganut evolusi menyatakan bahwa dinosaurus telah punah sekitar 65 juta tahun sebelum manusia mulai ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Batubara.&lt;/span&gt; Banyak orang telah menemukan benda buatan manusia yang terbungkus batu bara pada waktu dan tempat yang berbeda.  Misalnya terdapat sebuah rantai emas 8 karat, sebuah sendok, sebuah pemberat, sebuat pot besi, sebuah lonceng dan benda lain yang jelas merupakan buatan manusia.  Banyak pula benda-benda yang dianggap salah tempat, seperti jambangan metal, sebuah sekrup, paku, sebuah koin dan sebuah boneka telah pula diketemukan terkubur jauh di dalam batuan padat.  Dengan metoda penanggalan evolusi, benda-benda tersebut akan dinyatakan berusia ratusan juta tahun, tetapi sebaliknya evolusi menganggap bahwa manusia belum ada sampai sekitar 2 atau 4 juta tahun yang lalu.  Pastilah ada yang salah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Penanggalan radikarbon, &lt;/span&gt;yang telah secara benar dikalibrasi dengan menghitung jumlah lingkaran kehidupan pada pohon-pohon hidup sampai usia 3500 tahun, tidak dapat memperluas akurasinya untuk digunakan menghitung balik sisa-sia organik purba.  Beberapa orang telah menyatakan bahwa kayu kuno yang ada dapat dipakai untuk memperluas jangkauan kalibrasi ini, tetapi orang-orang ini tidak pernah mengijinkan ilmuwan di luar mereka untuk memeriksa ulang data mereka.  Sebaliknya, pengukuran pada ratusan situs di dunia menunjukkan bahwa konsentrasi radiokarbon pada atmosfir meningkat cukup cepat pada jaman sebelum 3500 tahun yang lalu.  Jika hal ini terjadi, maka usia radiokarbon 40000 tahun sebenarnya sama dengan 5000 tahun saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Urutan vertikal fosil s&lt;/span&gt;eringkali tidak sesuai dengan susunan yang diasumsikan oleh teori evolusi. Banyak fosil dari manusia modern (manusia yang berbentuk seperti yang ada sekarang) telah ditemukan jauh di kedalaman formasi batuan yang seharusnya berusia jutaan tahun lebih tua dari yang diperkirakan oleh teori evolusi.  Bukti-bukti ini dianggap tidak ada oleh para penganut aliran evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika evolusi telah terjadi, catatan sejarah fosil seharusnya menunjukkan perubahan yang bertahap dan kontinu semua bentuk kehidupan dari lapisan terbawah ke lapisan teratas.  Apa yang ditemukan justru sebaliknya.  Banyak spesies rumit ditemukan di lapisan yang lebih bawah, di mana kesenjangan dan tidak kontinuitas muncul amat sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Kesalahan dan Penipuan Fosil.&lt;/span&gt; Kisah-kisah yang menyatakan bahwa manusia primitif yang berbentuk seperti kera telah ditemukan sangatlah dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Apa yang disebut sebagai manusia Piltdown ternyata adalah suatu penipuan.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serpihan bukti yang disebut sebagai manusia Nebraska ternyata merupakan gigi babi.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penemu dari manusia Jawa (pithecanthropus erectus) belakangan mengenali temuannya sebagai seekor gibbon (kera tak berekor) besar dan selama ini ia telah mengabaikan kemungkinan kenyataan ini.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Louis dan Mary Leakey, para penemu Zinjathropus (yang sebelumnya disebut dengan Australopithecus), belakangan mengakui bahwa temuannya kemungkinan adalah kera.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peninggalan Ramapithecus hanya terdiri dari semata-mata retakan gigi dan rahang, di mana gigi tersebut sangat menyerupai gigi baboon gelada (baboon berambut panjang) yang hidup sekarang ini.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selama sekitar 100 tahun dunia telah dikecohkan untuk mempercayai bahwa manusia Neanderthal berjalan bungkuk dan berbentuk seperti kera.  Penelitian terakhir menunjukkan bahwa manusia tersebut sebenarnya menderita cacat akibat arthritis (tulang punggung keropos) dan kemungkinan menderita penyakit rickets (pertumbuhan tulang yang tidak sempurna pada masa muda, disebabkan oleh tidak terasimilasinya kalsium dan fosfor akibat defisiensi vitamin D). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia Neandertal, manusia Heidelberg dan manusia Cro-Magnon, semuanya serupa dengan manusia yang hidup sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Hasil rekaan para artis, terutama pada bagian-bagian tubuh yang berdaging, sangatlah imajinatif dan tidak didukung oleh bukti.  Lebih jauh lagi, teknik pengukuran usia yang ada masih dipertanyakan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian yang digembar-gemborkan oleh para ilmuan tentang keberadaan manusia purba sama sekali tidak ada. Tidak ada fosil manusia setengah binatang ataupun binatang setengah manusia. Yang ada hanyalah fosil binatang atau fosil manusia. Tidak ada fosil peralihan dari binatang menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    EVOLUSI BIOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Asal Mula Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila seperti yang dikatakan oleh teori evolusi bahwa bumi pada bentuk awalnya memiliki oksigen pada atmosfirnya, maka semua bahan kimia yang diperlukan oleh kehidupan pastilah sudah terhilangkan oleh proses oksidasi.  Tetapi jika tidak ada oksigen, maka berarti tidak ada ozon, dan dengan tidak adanya ozon maka semua bentuk kehidupan akan dengan cepat dihancurkan oleh radiasi sinar violet matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak usaha imajinatif yang gagal untuk menjelaskan bagaimana suatu sel protein tunggal dapat terbentuk dari sekian banyak atmosfir yang diasumsikan telah ada pada bumi awal.  Reaksi kimia yang diperlukan semuanya cenderung untuk bergerak ke arah yang berlawanan dari yang diharapkan.  Lebih jauh lagi, semua sumber energi yang mungkin, apakah panas bumi, muatan listrik, atau radiasi sinar matahari, akan menghancurkan produk protein tersebut jutaan kali lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk pembentukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja, dengan mengabaikan semua halangan, protein dapat ditimbulkan dengan proses kebetulan, hal ini tetaplah bukan merupakan alasan yang dapat dipakai untuk mempercayai bahwa protein itu kemudian dapat membentuk sel yang hidup, terlindung oleh membran dan dapat bereproduksi dengan mandiri.  Tidak ada bukti adanya suatu tahapan keadaan stabil di antara pembentukan protein alamiah yang diasumsikan dan pembentukan dari sel hidup yang pertama.  Walaupun dunia ini dipenuhi dengan protein, tidak ada ilmuwan yang dapat mengajukan suatu prosedur test untuk membuktikan bagaimana suatu lompatan tingkat kerumitan ini dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel hidup, demikian dunia ilmiah sepakat, adalah struktur paling kompleks yang pernah ditemukan manusia. Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan bahwa satu sel hidup saja memiliki struktur dan berbagai sistem rumit dan saling terkait, yang jauh lebih kompleks daripada sebuah kota besar. Struktur kompleks seperti ini hanya dapat berfungsi apabila masing-masing bagian penyusunnya muncul secara bersamaan dan dalam keadaan sudah berfungsi sepenuhnya. Jika tidak, struktur tersebut tidak akan berguna, dan semakin lama akan rusak dan musnah. Tak mungkin semua bagian penyusun sel itu berkembang secara kebetulan dalam jutaan tahun, seperti pernyataan teori evolusi. Oleh sebab itulah, rancangan yang begitu kompleks dari sebuah sel saja, sudah jelas-jelas menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang menciptakan makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Generatio Spontanea. &lt;/span&gt;Munculnya kehidupan secara spontan (munculnya kehidupan dari materi yang tidak hidup) tidak pernah diketemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Seleksi Alam vs Hukum Mendel.&lt;/span&gt; Teori seleksi alam dari Darwin beranggapan bahwa binatang yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan tersingkir atau punah. Akumulasi dari sifat-sifat baik dan menguntungkan akan menghasilkan species makhluk hidup yang lebih sempurna. Namun melalui hukum genetika Mendel diketahui bahwa perubahan yang dihasilkan melalui persilangan tidak pernah menghasilkan species yang baru. Hampir semua variasi fisik yang dihasilkan hanya berada dalam suatu kategori kehidupan tertentu. Suatu konsekuensi logis dari hukum ini dan penyempurnaannya yang dilakukan secara modern menunjukkan bahwa ada batasan tertentu untuk variasi fisik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat yang diperoleh dari luar tidak dapat diturunkan pada generasi penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alamiah tidak dapat menghasilkan gen baru; melainkan hanya menyeleksi dari sifat-sifat yang telah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Proses kebetulan yang mustiahil. &lt;/span&gt;Jika proses reproduksi seksual pada tumbuhan, hewan dan manusia adalah akibat dari suatu proses evolusi, maka telah terjadi serangkai kejadian kebetulan yang jumlahnya luar biasa.  Pertama, sistem reproduksi kaum jantan yang luar biasa kompleks dan berbeda haruslah secara lengkap dan mandiri berevolusi pada saat yang sama dengan proses evolusi yang terjadi pada kaum betina.  Suatu peluang ketidaklengkapan yang terkecil pun akan membuat kedua sistem reproduksi menjadi tidak berguna, dan akibatnya seleksi alamiah akan menentang keberadaan mereka.  Kedua, sistem fisik dan emosi dari kaum jantan dan kaum betina haruslah dapat saling menyesuaikan.  Ketiga, produk dari sistem reproduksi kaum jantan (baik serbuk sari maupun sperma) haruslah memiliki keserupaan dan pada saat yang sama memiliki kesesuaian secara mekanis maupun kimiawi dengan telur produk sistem reproduksi kaum betina.  Keempat, proses detail dan banyak yang muncul dalam tingkat molekul dalam telur yang telah dibuahi pastilah sudah bekerja secara luar biasa tepat dari awalnya.  Proses ini hanya dapat ditiru oleh para ilmuwan secara sepotong-sepotong.  Dan akhirnya, lingkungan hidup dari telur tersebut, mulai dari konsepsi sampai akhirnya dapat bereproduksi sendiri haruslah terkontrol sampai ke tingkat yang luar biasa detail.  Silakan pikirkan, apakah serangkaian peristiwa luar biasa ini dapat terjadi dengan “kebetulan” saja, ataukan memang ada seorang Perancang Yang Maha Pandai yang telah menciptakan sistem reproduksi seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Mutasi&lt;/span&gt; adalah satu-satunya mekanisme yang mungkin dapat menghasilkan materi genetik baru untuk proses evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hampir semua akibat mutasi yang diketemukan bersifat merusak, pada banyak kasus bahkan mematikan. Tidak ada mutasi yang pernah menghasilkan bentuk kehidupan yang memiliki tingkat kerumitan dan kelayakan yang lebih besar dari bentuk asalnya. Setelah lebih dari tujuh puluh tahun setelah percobaan “lalat buah”, yang setara dengan 2700 generasi manusia, tetap tidak ada dasar kuat untuk mempercayai bahwa suatu proses alamiah atau buatan dapat menyebabkan peningkatan pada kerumitan dan kelayakan.  Tidak ada perkembangan genetik yang jelas yang ditemukan meskipun telah banyak usaha non alamiah yang dilakukan untuk mempertinggi tingkat mutasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa mutasi akan pernah dapat menghasilkan suatu organ tubuh yang baru seperti mata, telinga atau otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    DNA.&lt;/span&gt; Dengan menggunakan teknologi komputer, telah dikembangkan suatu perbandingan susunan asam amino yang mengandung protein yang umum dimiliki oleh 47 jenis hewan dan tumbuhan hidup.  Hasil dari penelitian ini sangatlah bertentangan dengan prediksi teori evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi genetik yang dibawa oleh setiap sel dari tubuh manusia secara kasar sebanding dengan sebuah perpustakaan yang berisi 4000 volume buku.  Dengan mengasumsikan bahwa materi dan kehidupan itu tiba-tiba saja ada, kemungkinan mutasi dan seleksi alamiah untuk menghasilkan informasi sebanyak itu sama dengan mengikuti prosedur di bawah ini terus menerus sampai 4000 volume dihasilkan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;(a) Mulai dengan suatu frase kalimat yang memiliki arti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(b) Mengetik ulang frase tersebut, tetapi karena terjadi beberapa kesalahan, maka beberapa huruf harus ditambahkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(c) Memeriksa apakah frase yang baru terbentuk memiliki arti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(d) Jika ya, maka frase yang asli harus digantikan oleh frase yang baru&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(e) Kembali ke langkah (b)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengumpulkan 4000 volume yang memiliki arti, prosedur di atas harus menghasilkan anak-anak hewan jauh lebih banyak dari 10 pangkat 3000.  (Sebagai pembanding untuk membayangkan berapa banyaknya 10 pangkat 3000, perlu dicatat bahwa jagad raya yang dapat terlihat memiliki atom kurang dari 10 pangkat 80 di dalamnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan observasi terakhir, DNA hanya dapat ditiru atau diproduksi ulang dengan bantuan enzim tertentu.  Tetapi enzim-enzim ini hanya dapat diproduksi searah dengan DNA tersebut.  Karena keduanya saling bergantung, suatu penjelasan memuaskan tentang asal mula yang satu haruslah dapat menjelaskan asal mula yang lainnya pada saat yang sama.  Tak ada bukti yang dapat memberikan penjelasan alamiah tentang hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Embrio.&lt;/span&gt; Ketika sebuah embrio bertumbuh, ia tidak melalui tahapan dewasa dari apa yang dianggap sebagai nenek moyang evolusinya.  Para ahli embrio tidak lagi memandang bahwa kesamaan luar biasa antara beberapa embrio dengan bentuk dewasa beberapa hewan sederhana sebagai suatu bukti adanya evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.    Morfologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persamaan pola struktur pada organisme-organisme hidup semata-mata meneguhkan fakta adanya Arsitek tunggal yang agung, yaitu Pencipta yang mempunyai pola umum untuk menciptakan berbagai jenia makhluk dengan perbedaan seperlunya sesuai dengan persyaratan hidup masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan organ tubuh manusia yang fungsinya tidak diketahui bukan berarti bahwa mereka adalah organ sisa atau peninggalan evolusi dari nenek moyang kita.  Kenyataannya, sejalan dengan kemajuan ilmu kesehatan, fungsi sebenarnya dari hampir semua organ tersebut telah diketahui. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [VB]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;http://victormordechai.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-4235923308305724466?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/4235923308305724466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/mematahkan-teori-evolusi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/4235923308305724466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/4235923308305724466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/mematahkan-teori-evolusi.html' title='MEMATAHKAN TEORI EVOLUSI'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkVnV3Y4_I/AAAAAAAAADE/RPK2l2KaMUw/s72-c/creationist.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-695591902584033200</id><published>2009-03-12T06:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T06:32:20.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bible and Science'/><title type='text'>DAMPAK DARWINISME BAGI KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkOzASMxxI/AAAAAAAAAC8/yToamb2Qpb0/s1600-h/darwin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkOzASMxxI/AAAAAAAAAC8/yToamb2Qpb0/s320/darwin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312293504872662802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai saat ini tema evolusi masih tetap di ajarkan di sekolah-sekolah. Meskipun sebagian guru tidak percaya bahwa manusia berasal dari binatang, namun serpihan-serpihan konsep evolusi masih tetap exist di dalam pelajaran berbagai pelajaran di sekolah, terutama dalam pelajaran biologi dan sejarah. Serpihan-serpihan pikiran evolusi ini menjadi penghambat para pelajar untuk sungguh-sungguh beriman kepada Kitab Suci. Di satu sisi mereka percaya bahwa alam semesta dicipta oleh Allah dalam waktu 6 hari. Namun sisi lain mereka percaya bahwa proses terjadinya manusia dan makhluk-lainnya butuh waktu jutaan tahun. Da satu sisi mereka diajarkan untuk percaya sepenuhnya pada Alkitab yang adalah firman Tuhan. Namun sisi lain mereka juga harus menerima pengajaran sekolah yang isinya bertentangan dengan firman Tuhan. Seorang murid saya dengan kebingungan bertanya kepada guru biologinya yang  mengajarkan teori evolusi. Dia mempertanyakan perbedaan antara Alkitab dengan pelajaran  pelajaran biologi mengenai asal mula manusia.  Guru biologi tersebut menjawab, "Kebenaran dalam Alkitab tidak bisa diterapkan di dalam illmu biologi. Ini dua bidang yang berbeda." Dalam benak siswa kebenaran itu telah terkoyak-koyak. Tidak ada kesatuan di dalam kebenaran. Ketika kebenaran sudah saling berkontradiksi maka logika tidak lagi butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membongkar berbagai kesalahan yang terdapat di dalam teori evolusi di dalam tulisan saya yang lain,  ada baiknya kita disadarkan dulu akan bencana yang telah ditimbulkan sebagai dampak dari teori evolusi Darwinisme. Berikut ini adalah beberapa dampak dari Darwinisme bagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Bertumbuhnya Atheisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya teori evolusi maka atheisme memiliki dasar berpijiak dan alasan untuk membela pandangannya. Oleh karena Tuhan tidak lagi diperlukan untuk menerangkan soal penciptaan serta asal mula terjadinya alam semesta ini, maka manusiapun merasa tidak perlu lagi percaya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Bertumbuhnya Rasisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buku karangan Darwin berjudul “The origin of Species by Natural Selection” mempunyai anak judul “THE PRESEVERATION OF FAVORED RACES IN STRUGGLE FOR LIFE” (Pemeliharaan Suku Bangsa yang Terkuat dalam Pergumulan Kehidupan). Ia menulis, “Kita sedang menantikan suatu dunia di waktu dekat ini, di mana sejumlah besar bangsa-bangsa yang rendah peradabannya akan mengalami kemusnahan oleh tindakan bangsa-bangsa yang lebih tinggi tingkat peradabannya di seluruh kawasan dunia.”  Teori Evolusi mengajarkan bahwa suatu bangsa lebih baik dan lebih tinggi derajatnya, sedangkan Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia sederajat di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Pertumbuhan Komunisme, Nazisme &amp;amp; Fasisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baik Nietzsche maupun Marx sangat terpengaruh oleh teori evolusi serta paham yang menganggap makhluk yang kuat saja yang dapat bertahan hidup. Marx telah memperkenalkan paham Sosialisme, Komunisme dan paham anarki. Nietzsche mempengaruhi pikiran bangsa Jerman yang menyebabkan timbulnya Nazisme, dan filsafatnya itu juga sangat mempengaruhi Mussolini sehingga membangkitkan gerakan Fasisme di Itali. Ravi Zakharia mengatakan, “Perang Dunia II bukan dimulai dari barak-barak militer ataupun dari hasil diskusi para jenderal, melainkan dimulai dari bangku sekolah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Bertumbuhnya pahan tidak bermoral (New Morality)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Revolusi pikiran yang dicetuskan oleh Freud, Russel dan sarjana-sarjana lainnya dipengaruhi oleh Darwinisme. Oleh karena manusia telah mulai menyadari tentang dirinya sebagai makhluk “binatang” yang paling tinggi derajatnya setelah mengalami proses evolusi dan bahwa kesempurnaan diri seseorang itu tergantung pada kepuasan diri sendiri, maka paham ini telah menimbulkan gejala suburnya hubungan seks bebas, gay-revolution, kesenjangan generasi, kehancuran kehidupan rumah tangga, dan banyaknya orang-orang yang kecanduan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Bertumbuhnya liberalisme dalam sistem pengajaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paham evolusi telah merasuk jauh sampai ke dalam bidang filsafat pendidikan melalui filsafat pendidikan John Dewey. “Dewey adalah ahli filsafat pendidikan yang pertama yang memanfaatkan secara sistematis sekali paham Darwin.”  Dewey berpendapat bahwa tidak ada kebenaran yang sesungguhnya. Yang ada hanyalah “tanggapan pemikiran yang dijamin kebenarannya.” Paham Dewey telah memainkan peranan dalam sistem pengajaran di seluruh dunia. Sikap pendidikan dan kebebasan untuk menyelesaikan persoalan diri sendiri, dan sikap menentukan tujuan hidup diri sendiri merupakan konsekwensi logis dari paham Dewey. Seseorang dapat menentukan pilihannya dalam belajar dan bekerja menurut kehendaknya sendiri. “Biarlah alam mencari jalannya sendiri.” Biarkan anak-anak menemukan dirinya sendiri. Be your self! Berbagai bentuk aturan hanya menghambat proses pertumbuhan anak. Bebaskan pendidikan dari pengaruh kekristenan. Toh, tujuan terakhir dari segala sesuatunya adalah kepuasan dalam diri sendiri – kehendak daging!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Bertumbuhnya paham humanisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena manusia dianggap tidak pernah “jatuh” ke dalam dosa, akan tetapi lebih cenderung mengalami evolusi dari tingkat “makhluk binatang” menjadi makhluk yang makin hari makin beradab, maka tidak diperlukan adanya penebusan dosa di dalam Kristus, tidak diperlukan penyesalan akan dosa-dosa, tidak diperlukan keselamatan, oleh karena evolusi adalah juruselamat bagi umat manusia! Segi pandangan evolusi ini membuat ketegasan sikap anti-Alkitab dan anti-Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Keraguan terhadap Firman Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika teori evolusi adalah benar, maka Kejadian 1 pasti salah. Kalau Kejadian 1 salah, maka seluruh kitab Kejadian tidak dapat dipercaya. Konsekwensi logisnya seluruh Perjanjan Lama dan seluruh Perjanjian Baru tidak dapat dipercaya. Konsekwensi logis selanjutnya iman Kristen adalah salah. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[VB]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;http://victormordechai.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-695591902584033200?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/695591902584033200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/dampak-darwinisme-bagi-kehidupan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/695591902584033200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/695591902584033200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/dampak-darwinisme-bagi-kehidupan.html' title='DAMPAK DARWINISME BAGI KEHIDUPAN'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkOzASMxxI/AAAAAAAAAC8/yToamb2Qpb0/s72-c/darwin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-112722054784000256</id><published>2009-03-12T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T05:58:06.949-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bible and Science'/><title type='text'>PROBLEM DI DALAM METODE ILMIAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkGmTlG5NI/AAAAAAAAACc/8jxLAuA00Ig/s1600-h/science.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkGmTlG5NI/AAAAAAAAACc/8jxLAuA00Ig/s200/science.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312284490620921042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di dalam tulisan ini saya sangat berhutang kepada Bapak Stanley Setiadi.  Sumber tulisan ini banyak dikutip dari makalah yang ditulis oleh rekan saya Bapak Stanley Setiadi. Beliau memberi sebuah makalah kepada saya ketika kami sama-sama kuliah di STTRII. Saya sangat terkesan dengan makalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya lupa judul makalahnya. Saya juga lupa bagian mana saja yang telah saya kutip dari makalah tersebut. Sorry Pak Stanley &lt;/span&gt;:-)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Ok, kita langsung saja kepada pokok permasalahannya. Umumnya orang awam berpikir bahwa segalah sesuatu yang "berbau" ilmiah sudah pasti dapat dipercayai. "Yah, namanya juga ilmu pasti tentunya sudah pasti terjamin kebenarannya". Demikianlah umumnya kesimpulan masyarakat. Namun jika kita coba membuat suatu evaluasi terhadap metode ilmiah dan konsep kebenaran di dalam ilmu pengetahuan alam, kita akhirnya akanmenarik kesimpulan yang berbeda. Yang mulanya kita terima sebagai suatu kepastian,  pada akhirnya kita  meragukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. METODE DEDUKSI DAN INDUKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Metode Deduksi.&lt;/span&gt; Metode yang masih terus diterapkan sampai pada abad pertengahan adalah metode yang usulkan oleh Aristoteles (384-322 SM), yaitu  metode deduksi. Metode deduksi: Dari satu atau beberapa pemikiran umum ditarik kesimpulan detail atau partikular. Metode ini sangat begantung pada pemikiran umum yand diambil sebagai dasar. Sudah tentu pemikiran umum dapat terjadi kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Metode Induksi. &lt;/span&gt;Metode yang memakai pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan sebagai dasar adalah metode yang dilakukan oleh Leonardo da Vinci (1452-1519) dan kemudian dirumuskan secara filosofi oleh Francis Bacon (1561-1626).  Metode ini disebut dengan metode induksi. Metode ini kemudian menjadi dasar ilmu pengetahuan alam modern sampai saat ini. Kebenaran ilmiah tidak lagi didasarkan pada otoritas seseorang, tetapi oleh pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaanb. Hasil pengamatan dan percobaan dianggap lebih tinggi dari padapemikiran umum otoritas manusia yang manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN I. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kini dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan alam modern berdasarkan pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang teliti dan dapat diulangi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teori Evolusi tidak dapat disebut sebagai teori yang bersifat ilmiah. Sebab proses terjadinya manusia dari primat menjadi manusia, tidak dapat dimatai atau dicoba dan diulangi dengan teliti. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. KONSEP KEBENARAN DALAM ILMU PENGETAHUAN ALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya orang menganggap bahwa ilmu pengetahuan alam lebih eksak dari pada ilmu pengetahuan sosial. Dari ilmu pengetahuan alam yang dianggap paling eksak adalah ilmu pasti matematika dan fisika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Konsep Kebenaran dalam Matematika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matematika adalah pasti selama orang mengikuti axioma-axioma dan peraturan-peraturan yang dibuat sebelumnya, dan selama berada dalam dunia ide. Axioma ini tidak dapat dibuktikan, tetapi harus diterima dengan “IMAN”. Ia kehilangan kepastia akan kebenarannya begitu diterapkan dalam dunia nyata, yaitu dunia fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Konsep Kebenaran dalam Fisika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seorang ahli fisika yang sangat terkenal Sir James Jean (1877-1947) menulis sebagai berikut: “Ilmu pengetahuan adalah dugaan (hipotesa) yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Jikalau suatu teori pada suatu saat dapat dibantah oleh suatu pecobaan berarti teori tersebut salah. Tetapi jikalau belum dapat terbantahkan oleh suatu percobaan, itu tidak berarti teori tersebut adalah benar, sebab teori tersebut masih terbuka untuk pengujian di masa yang akan datang.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teori-teori ilmu pengetahuan hanyalah model dimana sebanyak mungkin gejala dapat diterangkan atau diramalkan. Begitu timbul fakta baru yang membantah teori tersebut, haruslah dibuat teori baru. Ilmu pengetahuan yang manapun tidak boleh mengatakan telah memperoleh kebenaran. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karl Popper menulis: “Dengan observasi terhadap angsa-angsa putih, betapapun besar jumlahnya, orang tidak dapat sampai pada teori yang pasti benar bahwa semua angsa berwarna putih. Tetapi cukuplah satu observasi terhadap seekor angsa hitam untuk menyangkal teori tadi.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN II: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam ilmu pengetahuan alam, tidak ada kebenaran mutlak. Sebuah teori ilmiah tidak pernah dibuktikan benar, maksimal dapat dikatakan belum terbukti salah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meskipun seandainya evolusi tidak dapat dibuktikan salah (walaupun sebenarnya dapat dibuktikan salah), teori evolusi tidak dapat dibuktikan benar. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[VB]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;http://victormordechai.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-112722054784000256?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/112722054784000256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/problem-di-dalam-metode-ilmiah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/112722054784000256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/112722054784000256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/problem-di-dalam-metode-ilmiah.html' title='PROBLEM DI DALAM METODE ILMIAH'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkGmTlG5NI/AAAAAAAAACc/8jxLAuA00Ig/s72-c/science.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-1401550416785573754</id><published>2009-03-12T04:45:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T11:24:31.508-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bible and Science'/><title type='text'>HUBUNGAN ANTARA IMAN DAN ILMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkHXuue1JI/AAAAAAAAACs/m88V7H2z_tg/s1600-h/biblescience.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkHXuue1JI/AAAAAAAAACs/m88V7H2z_tg/s400/biblescience.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312285339721585810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. IMAN DAN ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Manusia sebagai makhluk rasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rasio (akal budi) adalah salah satu unsur dari gambar dan rupa Allah. Karena Allah adalah kebenaran, maka Ia menciptakan manusia dengan memiliki rasio agar manusia dapat mengenal kebenaran. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah menggunakan logika untuk berkomunikasi dengan manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dosa telah membuat manusia menyeleweng dari kebenaran. Rasionya tidak mau tunduk kepada kebenaran Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manusia yang telah ditebus harus menggunakan rasionya semaksimal mungkin untuk diisi kembali oleh kebenaran Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghina rasio berarti menghina gambar dan rupa Allah dan juga menghina Allah, yang adalah Sang Kebenaran dan Sang Pemberi rasio.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Iman adalah pengembalian rasio kepada kebanaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Iman tidak mematikan fungsi rasio. Stephen Tong mendefinisikan iman sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengembalikan rasio kepada kebenaran&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Kebenaran lebih besar dari pada rasio.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kebenaran bersifat rasional dan supra-rasional (logis dan supra-logis)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterbatasan rasio:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Created: &lt;/span&gt;karena otak adalah dicipta maka memiliki kwalitas yang lebih rendah dari pada Sang Pencipta. (Rom 11:33) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Limited:&lt;/span&gt; Rasio manusia terbatas di dalam fungsinya, seturut dengan keterbatasan manusia itu sendiri. Rasio hanya dapat menampung hal-hal yang dinyatakan oleh Allah (Ul 29:29). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Polluted:&lt;/span&gt; telah tercemar oleh dosa, sehingga dapat salah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ada banyak misteri yang dihadapi oleh manusia, tetapi tidak ada satupun misteri bagi Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah adalah subjek kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebenaran tidak pernah berubah, sedangkan rasio senantiasa berubah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Iman di dalam logika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Iman dalam silogisme deduksi: Premise mayor yang belum dapat dibuktikan telah dijadikan sebagai dasar rasio berpijak untuk mencari pembenaran.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iman dalam silogisme induksi: penarikan kesimpulan umum berdasarkan data yang terbatas (Percaya pada data yang terbatas)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Iman sebagai dasar rasio dan tindakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anselmus: &lt;/span&gt;“Aku percaya, maka aku mengerti”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ibrani 11:3 -- Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rom 1:17 -- Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepercayaan menghasilkan pengertian. Pengertian membuat sesuatu semakin dapat dipercaya lagi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Francis Schaeffer: &lt;/span&gt;“I do what I think, I think what I believe”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Martin Luther: &lt;/span&gt;“Rasio itu pelacur.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rasio selalu mencari alasan untuk mendukung apa yang telah ia tetapkan terlebih dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita harus mempertahankan kesetiaan rasio di hadapan Tuhan, karena rasio adalah mempelai Kebenaran.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Mengapa orang percaya pada teori evolusi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Teori evolusi sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban iman para ilmuwan atheis. Para ilmuwan yang atheis mau tidak mau harus mampu menjawab pertanyaan dari mana  asal mula alam semesta. Jika mereka menjawab "tidak tahu",  maka mereka akan kehilangan kredibilitasnya sebagai ilmuan,  dan bisa-bisa kehilangan pekerjaan. Jika mereka menjawab "alam dicipta oleh Allah", tentunya ini akan bertentangan dengan keyakinan mereka yang atheis. Pada akhirnya mereka menyusun jawaban yang disesuaikan dengan keyakinan atheis mereka.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stephen Tong: &lt;/span&gt;“Sebelum para ilmuwan menyelidiki ilmu apapun di dalam alam semesta ini, ia harus terlebih dahulu mempunyai satu set praanggapan yang didasarkan pada iman bahwa ia bisa tahu. ‘Karena saya percaya saya bisa tahu, maka saya berusaha untuk mengetahui. Kemudian saya mulai menyelidikan, dan pada akhirnya saya betul-betul tahu.’ Semua ini merupakan proses, mulai dari iman, sampai pada pengetahuan.”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Tanggung jawab orang Kristen: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memakai rasionya semaksimal mungkin tetapi tidak memberhalakan rasio (menjadi orang rasional tetapi tidak rasionalis).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengenal apa dan siapa yang dipercaya (2Ti 1:12)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempertanggungjawabkan imannya (1Pe 3:15b)  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. SEGALA KEBENARAN ADALAH KEBENARAN ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Segala kebenaran adalah kebenaran Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan kebenarannya dalam wahyu umum dan wahyu khusus.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wahyu umum: Wahyu umum adalah wahyu yang diberikan Allah kepada semua manusia dengan menggunakan sarana yang bersifat umum (segala ciptaan Allah dan hati nurani), untuk menyatakan sifat  Allah secara umum. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wahyu khusus: Wahyu khusus adalah wahyu Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang telah Allah khususkan dengan menggunakan sarana yang bersifat khusus (fiman Allah dan Kristus), untuk menyatakan beberapa sifat  Allah yang lebih bersifat pribadi serta rencana kekal-Nya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Kebenaran Allah tidak mungkin saling bertentangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertentangan hanya terjadi jikalau salah satunya salah atau kedua-duanya salah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah tidak mungkin salah, maka kebenarannya tidak mungkin salah dan tidak mungkin saling bertentangan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Tafsiran manusia bisa saling bertentangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertentangan antara iman dan ilmu bukanlah pertentangan antara wahyu umum dan wahyu khusus, melainkan pertentangan antara penafsiran terhadap wahyu umum (ilmu) dan penafsiran terhadap wahyu khusus (teologi). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika terjadi pertentangan antara teologi dan ilmu pengetahuan terhadap suatu masalah, tidak mungkin kedua-duanya benar. kemungkinan yang terjadi adalah:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Teologi benar, ilmu pengetahuan salah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teologi salah, ilmu pengetahuan benar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teologi dan ilmu pengetahuan sama-sama salah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketika terjadi pertentangan antara teologi dan ilmu pengetahuan maka kedua pihak harus saling mengoreksi diri dan mengoreksi yang lain.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[VB]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;http://victormordechai.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-1401550416785573754?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/1401550416785573754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/hubungan-antara-iman-dan-ilmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/1401550416785573754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/1401550416785573754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/hubungan-antara-iman-dan-ilmu.html' title='HUBUNGAN ANTARA IMAN DAN ILMU'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbkHXuue1JI/AAAAAAAAACs/m88V7H2z_tg/s72-c/biblescience.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-4494682350921868187</id><published>2009-03-09T18:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T18:51:04.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>DOKTRIN MANUSIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbXGXHpqPuI/AAAAAAAAABw/DoMDAiVDx9o/s1600-h/scheppingadam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 139px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbXGXHpqPuI/AAAAAAAAABw/DoMDAiVDx9o/s400/scheppingadam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311369436046442210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:Tahoma;  panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:656761485;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1364103348 -1154430276 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:-117.75pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-117.75pt;  text-indent:-66.75pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @list l0:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:-130.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-130.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l0:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:-94.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:-94.5pt;  text-indent:-9.0pt;} @list l0:level4  {mso-level-tab-stop:-58.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-58.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l0:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:-22.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-22.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l0:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:13.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:13.5pt;  text-indent:-9.0pt;} @list l0:level7  {mso-level-tab-stop:49.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:49.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l0:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:85.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:85.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l0:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:121.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:121.5pt;  text-indent:-9.0pt;} @list l1  {mso-list-id:1207109931;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1680014658 1458761782 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-text:"\(%1\)";  mso-level-tab-stop:-45.75pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-45.75pt;  text-indent:-62.25pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;} @list l1:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:-.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-.75in;  text-indent:-.25in;} @list l1:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:-.25in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:0in;  text-indent:-9.0pt;} @list l1:level4  {mso-level-tab-stop:.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:.25in;  text-indent:-.25in;} @list l1:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:.75in;  text-indent:-.25in;} @list l1:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:1.25in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:1.25in;  text-indent:-9.0pt;} @list l1:level7  {mso-level-tab-stop:1.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.75in;  text-indent:-.25in;} @list l1:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:2.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:2.25in;  text-indent:-.25in;} @list l1:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:2.75in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:2.75in;  text-indent:-9.0pt;} @list l2  {mso-list-id:1404328639;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1100542222 67698697 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l2:level2  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:o;  mso-level-tab-stop:1.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:"Courier New";} @list l2:level3  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:1.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l2:level4  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:2.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Symbol;  mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l2:level5  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:o;  mso-level-tab-stop:2.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:"Courier New";} @list l2:level6  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:3.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l2:level7  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:3.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Symbol;  mso-bidi-font-family:Symbol;} @list l2:level8  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:o;  mso-level-tab-stop:4.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:"Courier New";} @list l2:level9  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:4.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;} @list l3  {mso-list-id:1619949216;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1734275574 1543419592 67698697 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1  {mso-level-tab-stop:-61.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-61.5pt;  text-indent:-24.0pt;  mso-ansi-font-size:10.0pt;  mso-bidi-font-size:10.0pt;  mso-ansi-font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:bold;} @list l3:level2  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:-31.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:-31.5pt;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:12.0pt;  mso-bidi-font-size:12.0pt;  font-family:Wingdings;  mso-bidi-font-family:Wingdings;  mso-ansi-font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:bold;} @list l3:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:4.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:4.5pt;  text-indent:-9.0pt;} @list l3:level4  {mso-level-tab-stop:40.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:40.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l3:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:76.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:76.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l3:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:112.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:112.5pt;  text-indent:-9.0pt;} @list l3:level7  {mso-level-tab-stop:148.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:148.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l3:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:184.5pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:184.5pt;  text-indent:-.25in;} @list l3:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:220.5pt;  mso-level-number-position:right;  margin-left:220.5pt;  text-indent:-9.0pt;} @list l4  {mso-list-id:1996181292;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:109866376 152204216 67698689 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1  {mso-level-tab-stop:78.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:78.0pt;  text-indent:-24.0pt;  mso-ansi-font-size:12.0pt;  mso-bidi-font-size:12.0pt;  mso-ansi-font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:bold;} @list l4:level2  {mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:;  mso-level-tab-stop:1.5in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:1.5in;  text-indent:-.25in;  mso-ansi-font-size:12.0pt;  mso-bidi-font-size:12.0pt;  font-family:Symbol;  mso-bidi-font-family:Symbol;  mso-ansi-font-weight:bold;  mso-bidi-font-weight:bold;} @list l4:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:2.0in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:2.0in;  text-indent:-9.0pt;} @list l4:level4  {mso-level-tab-stop:2.5in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:2.5in;  text-indent:-.25in;} @list l4:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:3.0in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:3.0in;  text-indent:-.25in;} @list l4:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:3.5in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:3.5in;  text-indent:-9.0pt;} @list l4:level7  {mso-level-tab-stop:4.0in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:4.0in;  text-indent:-.25in;} @list l4:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:4.5in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:4.5in;  text-indent:-.25in;} @list l4:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:5.0in;  mso-level-number-position:right;  margin-left:5.0in;  text-indent:-9.0pt;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;        &lt;div style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kejadian 1:27-28; Kejadian 9:6; Mazmur 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="page-break-after: avoid; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Peta dan teladan Allah adalah sifat yang paling dasar dari manusia. &lt;i&gt;Peta dan teladan Allah &lt;/i&gt;inilah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan lainnya. &lt;i&gt;Jika peta dan teladan Allah&lt;/i&gt; itu hilang, maka manusia kehilangan sifat kemanusiaannya (tidak dapat disebut sebagai manusia).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;A. ARTI PETA DAN TELADAN ALLAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Allah adalah induk dan sumber dari kemanusiaan manusia. Sifat dasar manusia (yang membedakannya dengan binatang) berasal dari Allah. (Kej 1:27-28)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Allah adalah tujuan hidup manusia. Segala yang dilakukan oleh manusia hanyalah untuk memuliakan Allah yang adalah sumber hidupnya. (Kol 1:16) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Manusia harus meneladani Allah sendiri. Untuk menjadi manusia yang ideal maka seseorang harus menjadikan Allah sebagai teladan hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Walaupun manusia seperti Allah tetapi manusia bukan Allah. Sifat manusia yang ideal haruslah mencerminkan kemuliaan dari sifat-sifat Allah. Namun di pihak lain ia juga harus sadar bahwa dirinya bukanlah Allah yang harus disembah, melainkan hanya sebagai ciptaan yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;B. BEBERAPA UNSUR DARI PETA DAN TELADAN ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia adalah makhluk rohani.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt; Karena Allah itu Roh, maka Ia menciptakan manusia sebagai makhluk rohani. Dengan adanya kerohanian ini maka manusia memiliki beberapa kemampuan yang tidak dimiliki oleh binatang, yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Manusia dapat berpikir dan merasakan hal-hal melampaui materi, yaitu memahami hal-hal yang bersifat rohani dan supranatural (supra alami)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Manusia dapat berserpons kepada Allah di dalam doa-doanya serta mengerti firman Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Karena manusia adalah makhluk rohani maka hal ini memungkinkan bagi Roh Kudus untuk bekerja di dalam diri manusia dan memberikan iman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-indent: -19.5pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia adalah makhluk yang mempunyai hati nurani. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Karena Allah itu suci maka Ia memberikan hukum moral di dalam diri setiap manusia. Hukum moral ini disebut dengan hati nurani. Nur berarti cahaya. Hati nurani berarti cahaya yang menerangi hati manusia. Ketika seseorang berbuat baik maka hati nuraninya akan menjadi sahabat yang menyetujui dan mengihibur dirinya. Sebaliknya, jika seseorang berbuat dosa, maka hati nuraninya akan menegur dan menuduhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-indent: -19.5pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia adalah makhluk yang kekal. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Karena Allah itu kekal, maka Ia menciptakan manusia dengan memiliki sifat kekekalan. Kematian bukanlah akhir dari segalanya. Setelah mati seseorang akan menghadap tahta Tuhan untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya selama di dunia. Jika manusia tidak mengenal Tuhan, maka ia akan hidup tanpa penyertaan Tuhan selama-lamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-indent: -19.5pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia memiliki rasio/pikiran. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Karena Allah adalah kebenaran, maka Ia menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki kemampuan berpikir, supaya manusia dapat memahami kebenaran Allah. Maka pikiran manusia seharusnya diisi oleh kebenaran Tuhan dan senantiasa tunduk kepada kebenaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-indent: -19.5pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 27pt; text-indent: -19.5pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;C. PENGARUH DOSA TERHADAP PETA DAN TELADAN ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka dosa telah &lt;b&gt;merusak&lt;/b&gt; peta dan teladan Allah yang ada di dalam diri manusia. Dosa tidak &lt;b&gt;menghilangkan&lt;/b&gt; peta dan teladan Allah, namun telah merusak dan mencemarinya. Perbedaan antara &lt;b&gt;&lt;i&gt;kehilangan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;kerusakan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dari peta dan teladan Allah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;kehilangan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;peta dan teladan Allah: berarti manusia telah kehilangan siat-sifat kemanusiaannya (sifat rohani,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhatinurani, kekal, dan memiliki pikiran). Ia tidak dapat lagi disebut sebagai manusia karena telah sejajar dengan binatang. Pendapat ini harus kita tolak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Pendapat yang benar adalah dosa telah &lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;merusak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;peta dan teladan Allah, artinya: manusia tetap sebagai makhluk yang memiliki sifat-sifat kemanusiaannya dan memiliki martabat yang harus dihormati. Namun sifat-sifat dasarnya telah tercemar oleh dosa, yakni:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -27pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(a)          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Ia masih sebagai makhluk rohani, namun rohaninya tidak lagi menyembah kepada Allah yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -27pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(b)          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Ia masih memiliki hati nurani, namun hati huraninya tidak berfungsi sebagai mana mestinya, dan bahkan terkadang bertentangan dengan standart moral Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -27pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(c)          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Ia masih memiliki kekekalan, namun di dalam kekekalannya ia terpisah dari Allah dan mendapat hukuman kekal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 45pt; text-indent: -27pt; text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;(d)          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;Ia masih dapat berpikir, namun pikirannya tidak tunduk kepada kebenaran Allah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;[vb]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-4494682350921868187?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/4494682350921868187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/doktrin-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/4494682350921868187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/4494682350921868187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/doktrin-manusia.html' title='DOKTRIN MANUSIA'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbXGXHpqPuI/AAAAAAAAABw/DoMDAiVDx9o/s72-c/scheppingadam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-5742559831625782616</id><published>2009-03-09T04:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T04:42:26.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saksi Yehova'/><title type='text'>SAKSI YEHOVA: PENAMAAN ALLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka menamakan diri mereka sebagai Saksi-Saksi Yehovah. Penamaan ini diambil dari Yes 43:10  "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN (YHWH), "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ajaran Saksi Yehovah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Allah memiliki nama pribadi yaitu YHWH (dibaca: Yehovah atau Yahweh). Nama pribadi Allah tidak boleh diganti-ganti dengan nama yang lain.” Orang Saksi Yehovah menuduh orang Kristen telah melakukan kesalahan karena telah mengganti nama YHWH menjadi TUHAN (semua hurufnya ditulis dalam huruf besar). Orang Inggris menyebut-Nya  LORD. Sekali YHWH tetap YHWH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanggapan Terhadap Saksi Yehova:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penganut Saksi Yehovah salah kalau mereka beranggapan bahwa nama YHWH tidak boleh diganti dengan nama lain. Sebab…. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama Allah bukan YHWH saja. &lt;/span&gt;Selain YHWH, Allah juga punya nama lain: El Shadday = Allah Yang Maha Kuasa. El Elyon = Allah yang maha Tinggi. Adonai = Tuan. Maka tidaklah salah menyebutkan nama Allah dengan sebutan lain selain YHWH.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahkan Abraham pun tidak mengenal nama YHWH&lt;/span&gt;. Ia memanggil Allah dengan sebutan El Elyon. Allah pertama kali memperkenalkan dirinya dengan nama YHWH adalah kepada Musa di gunung Horeb, bukan kepada Abraham. Allah memperkenalkan dirinya kepada Musa dengan nama YHWH terjadi sekitar 600-700 tahun sesudah Abraham. Lalu dapatkah kita katakan bahwa Abraham sesat karena ia tidak mengenal nama YHWH? Tentu tidak. Alkitab mengatakan bahwa ia adalah bapak dari semua orang beriman. Bukan bapak dari orang-orang yang sesat. Orang Israel sendiri menyebut nama YHWH dengan sebutan Adonai. Dan ketika mereka menemukan tulisan YHWH mereka tidak pernah membaca tulisan itu sebagai Yehovah atau Yahweh. Mereka selalu menyebutnya “Adonai” sekalipun yang tertulis adalah YHWH. Sebab mereka dilarang menyebut nama Allah mereka dengan sembarangan. Itulah sebabnya sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa tahu bagaimana membaca tulisan YHWH. Yahweh atau Yehowa? Tidak ada seorangpun yang tahu. Allah sendiri tidak mempermasalahkan ketika nama-Nya diganti dengan sebutan Adonai. Namun orang Saksi Yehovah telah mempermasalahkan hal yang tidak perlu dipermasalahkan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Di dalam kitab Septuaginta, seluruh kata YHWH diterjemahkan menjadi THEOS atau KURIOS.&lt;/span&gt; Kitab Septuaginta adalah kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Kitab Perjanjian Lama yang asli ditulis dalam bahasa Ibrani. Namun setelah orang Israel dibuang ke Babilon selama 70 tahun, umumnya mereka sudah tidak bisa lagi berbahasa Ibrani. Mereka lebih mengerti bahasa Aram dari pada bahasa Ibrani. Bahasa Aram adalah bahasa masyarakat di tanah Babel. Setelah orang Israel kembali ke tanah Kanaan  mereka mamakai bahasa Aram sebagai bahasa mereka sehari-hari. Lalu satu abad kemudian bangsa Israel dijajah oleh bangsa Yunani yang dipimpin oleh Raja Alexander Agung. Raja Alexsander Agung memaksakan supaya bahasa Yunani diajarkan ke daerah jajahannya sampai ke pelosok-pelosok pedalaman. Bahasa Ibrani semakin tersingkirkan. Orang Israel lebih menguasai bahasa Yunani dan bahasa Aram. Itulah sebabnya mengapa Alkitab Perjanjian Lama aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani, sedangkan Alkitab Perjanjian Baru ditulis ke dalam bahasa Yunani. Hal tersebut dikarenakan orang Israel yang hidup pada jaman Perjanjian Baru lebih mengerti bahasa Yunani dari pada bahasa Ibrani.&lt;br /&gt;Nah, Karena orang-orang Israel akhirnya lebih mengerti bahasa Yunani dari pada bahasa Ibarani, maka sekitar tahun 120 SM para imam dari  kota Alexandria (di Afrika Utara) menerjemahkan Alkitab Perjanjian Lama bahasa Ibrani ke dalam bahasa yang lebih dipahami oleh masyarakat, yaitu bahasa Yunani. Itu terjadi sekitar 120 tahun sebelum Kristus, sebelum para rasul lahir, sebelum adanya Kitab Perjanjian Baru. Alkitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani ini disebut dengan Alkitab Septuaginta. Di dalam Alkitab Perjanjian Lama Septuaginta tidak lagi ditemukan tulisan YHWH. Kata YHWH telah diterjemahkan  menjadi THEOS atau KURIOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang hidup pada jaman Yesus lebih akrab dengan kitab Septuaginta dari pada kitab PL berbahasa Ibrani. Bahkan Yesus dan para rasul pun memakai kitab Septuaginta. Tuhan Yesus dan para Rasul sering mengutip Alkitab Perjanjian Lama Septuaginta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jikalau nama YHWH itu  adalah nama yang harus dipertahankan tentunya Yesus dan para rasul mengajarkan hal itu kepada kita. Kalau seandainya nama YHWH itu sangat penting, tentunya Yesus dan para rasul akan menegaskan kepada kita supaya mempertahankan nama itu. Namun kenyataannya mereka sama sekali tidak membahas hal itu. Malah sebaliknya, mereka memakai kita Septuaginta dan memakai sebutan “THEOS” atau “KURIOS” sebagai pengganti nama YHWH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Septuaginta nama YHWH diganti dengan nama “THEOS” atau “KURIOS”. Di dalam Kitab Perjanjian Baru tidak ada ditemukan kata “YHWH”. Karena  Perjanjian baru aslinya telah ditulisa dalam bahasa Yunani. Namun di dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani, telah terdapat kata “THEOS” atau “KURIOS”. Dan beberapa kali kata “THEOS” atau pun “KURIOS” ditujukan Kepada Yesus, karena Yesus adalah YHWH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Perjanjian Lama ada dituliskan Yes 43:10  "Kamu inilah saksi-saksi-Ku." Artinya kita menjadi saksi bagi YHWH. Namun di dalam Perjanjian Baru kata “saksi” cenderung dihubungakan dengan “Kristus”. Menjadi saksi Kristus.  Sebab Yesus Kristus adalah YHWH.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebagian dari orang Saksi Yehovah menyadari bahwa ajaran untuk mempertahankan nama YHWH tidak didukung oleh Alkitab itu sendiri. Ketika menyadari hal itu sebagian mereka bertobat, tetapi sebagian lagi tetap di dalam kesesatan mereka. Bahkan akhir-akhir ini mereka berani melakukan penipuan untuk mendukung ajaran mereka. Penipuan itu antara lain:Terhadap kitab Septuaginta: kata “THEOS” atau “KURIOS” mereka ganti menjadi YHWH. Diantara huruf-huruf Yunani tiba-tiba muncul huruf Ibrani YHWH. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Terhadap kitab Perjanjian Baru mereka juga mengganti kata “THEOS” atau “KURIOS” menjadi YHWH. Namun ketika mereka menemukan kata “THEOS” atau “KURIOS” yang berhubungan dengan nama Yesus, mereka tidak mengubahnya menjadi YHWH. Sebab mereka tidak menghendaki Yesus disamakan dengan YHWH. Bagi mereka Yesus bukanlah Allah yang Maha Kuasa. Bagi mereka Yesus adalah ciptaan yang mendapat sebutan sebagai allah. Atau allah kecil.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-5742559831625782616?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/5742559831625782616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/saksi-yehova-penamaan-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/5742559831625782616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/5742559831625782616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/saksi-yehova-penamaan-allah.html' title='SAKSI YEHOVA: PENAMAAN ALLAH'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-7617942709158340520</id><published>2009-03-08T07:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T08:08:09.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>DOKTRIN KESELAMATAN</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:Tahoma;  panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText  {mso-style-noshow:yes;  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:IN;  mso-no-proof:yes;} span.MsoFootnoteReference  {mso-style-noshow:yes;  vertical-align:super;}  /* Page Definitions */  @page  {mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ECS/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs;  mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ECS/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs;  mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ECS/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es;  mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/ECS/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:67506730;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:790031042 -1525375874 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:.25in;  text-indent:-.25in;} @list l1  {mso-list-id:1204248675;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:-910369070 398347816 67698703 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1  {mso-level-tab-stop:.25in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:.25in;  text-indent:-.25in;} @list l1:level2  {mso-level-tab-stop:.75in;  mso-level-number-position:left;  margin-left:.75in;  text-indent:-.25in;} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;MENGENAL KARYA ROH KUDUS DAN PROSES KESELAMATAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Tindakan Allah dalam menyelamatkan manusia dikerjakan menurut urutan (ordo) tertentu. Urutan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdiri dari satu rangkaian tindakan dan proses.&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Rangkaiannya dimulai dari panggilan, regenerasi, pembenaran, adopsi, penyucian dan pemuliaan. Semuanya ini berbeda satu dengan yang lainnya. Tidak ada satupun yang dapat didefinisikan dengan pengertian yang lainnya. Di dalam tindakan dan anugerah Allah, setiap bagian memiliki makna, fungsi dan maksud tersendiri yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;PANGGILAN EFEKTIF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Panggilan terjadi pada saat Injil diberitakan, baik melalui pengajaran dikelas, khotbah di mimbar, ataupun melalui interaksi secara pribadi. Suatu panggilan pada dirinya sendiri tidaklah efektif. Dan panggilan semacam ini seringkali disebut sebagai panggilan universal dari Injil&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau panggilan umum. Mengenai panggilan universal ini di dalam Matius 22:14 dikatakan: “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Tetapi di dalam Perjanjian Baru, istilah “panggilan” ketika digunakan khususnya berkenaan dengan keselamatan, hampir selalu diterapkan secara seragam, yaitu bukan menunjuk kepada panggilan umum atau panggilan universal dari Injil, tetapi kepada panggilan yang membawa manusia masuk ke dalam kondisi keselamatan, dan dengan bersifat efektif.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Suatu panggilan akan menjadi efektif karena pekerjaan dari Roh Kudus. Roh Kudus memanggil seseorang melalui Firman Tuhan, dan Roh Kudus memakai Firman tersebut untuk memulai suatu proses keselamatan. Roy Zuck, di dalam bukunya yang membahas mengenai pekerjaan Roh Kudus di dalam pembelajaran mengatakan bahwa Roh Allah secara aktif melibatkan diri-Nya di dalam hati mereka yang belajar melalui tiga cara: menyatakan penghakiman, pengurapan, dan memberi pencerahan.&lt;a style="" href="#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Di dalam Kisah Para Rasul ada diceritakan bagaimana panggilan efektif dialami Lidia. &lt;i style=""&gt;“Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.”&lt;/i&gt; (Kis 16:14)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Seseorang yang mendapat panggilan yang efektif suatu saat pasti diselamatkan. Roh Kudus yang berkerja melalui khotbah pemberitaan Firman sehingga membuat khotbah tersebut berkuasa. Dan Roh Kudus memberi pencerahan kepada orang mendengarkan sehingga ia dapat mendengarkan Tuhan berbicara melalui khotbah tersebut.&lt;a style="" href="#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;REGENERASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Regenerasi berhubungan erat dengan panggilan efektif. Regenerasi atau lahir baru adalah tindakan Allah yang menanamkan prinsip kehidupan yang baru di dalam diri seseorang, dan memperbaharui hati seseorang sehingga memiliki kecenderungan untuk hidup kudus.&lt;a style="" href="#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Regenerasi adalah dasar dari semua perubahan di dalam hati dan kehidupan. Ia merupakan perubahan yang menakjubkan, karena merupakan tindakan penciptaan ulang dari Allah sendiri. Melalui regenerasi ini seseorang yang mati di dalam pelanggaran dosa-dosanya, yang pikirannya dipenuhi perlawanan terhadap Allah, dan yang tidak dapat melakukan apa saja yang menyenangkan Allah, kini dapat menjawab panggilan untuk dipersekutukan dengan Kristus. Melalui regenerasi ini seseorang yang hatinya rusak dan pikirannya melawan Allah kini bisa menerima Kristus yang adalah manifestasi tertinggi kemuliaan Allah.&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Proses kelahiran baru sepenuhnya murni pekerjaan Allah. Sedikitpun tidak ada andil manusia di dalamnya. Prosesnya betul-betul misterius dan hal inilah yang Yesus bicarakan dalam Yohanes 3:8. Ia berkata: “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." Semuanya itu menunjukkan kedaulatan, kemanjuran dan ketidakbisa-diduganya karya Roh Kudus di dalam regenerasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;IMAN DAN PERTOBATAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Regenerasi tidak dapat dipisahkan dari dampaknya, dan salah satu dampaknya adalah iman. Tanpa regenerasi, maka secara moral dan spiritual mustahil seseorang bisa percaya kepada Kristus. Tetapi ketika seseorang telah diregenerasikan, secara moral dan spiritual mustahil orang itu menolak Kristus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Regenerasi adalah tindakan Allah, dan hanya oleh Allah saja. Sedangkan iman bukanlah tindakan Allah, tetapi manusialah yang percaya kepada Kristus. Memang karena anugerah Allah seseorang bisa percaya, tatapi iman adalah aktivitas dari pihak manusia dan hanya dari pihak manusia saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam iman seseorang menerima dan bersandar hanya kepada Kristus untuk mendapatkan penebusanya. &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ada tiga hal yang perlu dibicarakan tentang natur iman. Iman adalah pengetahuan, kepastian dan kebersandaran (trust).&lt;a style="" href="#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt; Seorang yang beriman mengetahui siapakah Kristus itu, apa yang Ia perbuat, dan apakah Ia mampu melakukannya. Tanpa pengetahuan ini, iman akan merupakan suatu suatu tindakan buta atau bahkan suatu kebodohan. Jadi, haruslah ada pengertian kebenaran berkenaan dengan Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Kepastian.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt; Kepastian yang termasuk dalam iman bukan hanya persetujuan terhadap kebenaran berkenaan dengan Kristus, tetapi juga pengenalan yang tepat berkenaan dengan hubungan antara kebenaran tentang Kristus dengan kelakuan kita sebagai orang berdosa. Keberadaan Kristus sebagai Juruselamat sepenuhnya berkenaan dengan kebutuhan kita yang terdalam dan paling ultimat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Kebersandaran.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt; Iman adalah pengetahuan yang berlanjut kepada kepastian, dan kepastian ini dilanjutkan kepada kebersandaran. Iman tidak bisa berhenti sampai pada komitmen diri kepada Kristus saja, tetapi suatu pengalihan ketergantungan akan keselamatan kita, yaitu dari bergantung kepada diri sendiri beralih kepada kebergantungan pada Kristus. Iman adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersandar kepada kebenaran &lt;i style=""&gt;(Faith is trust in truth)&lt;/i&gt;.&lt;a style="" href="#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Antara &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;iman &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;pertobatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tidak dapat diketahui mana yang lebih dulu. Tidak ada prioritas. Ketekismus Singkat Westminster menjelaskan pertobatan sebagai berikut: “Pertobatan ke dalam hidup adalah anugerah keselamatan, dimana seorang berdosa keluar dari pengertian dosa-dosanya yang sesungguhnya, dan menerima kemurahan Allah di dalam Kristus, yang dengan kesedihan dan kebencian yang sunggung terhadap dosanya, telah berpaling darinya kepada Allah, dalam arti yang sepenuhnya, sambil berusaha keras mengikuti ketaatan yang baru.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pertobatan pada hakekatnya meliputi perubahan hati, pikiran dan kehendak. Perubahan ini secara prinsip berkaitan dengan empat hal: perubahan pikiran berkenaan dengan Allah, berkenaan dengan diri sendiri, berkenaan dengan dosa, dan berkenaan dengan kebenaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 22.3pt 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;PEMBENARAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 22.3pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Bagaimanakah manusia berdosa bisa benar dihadapan Allah? Kebenaran bahwa “Allahlah yang membenarkan” perlu digarisbawahi. Manusia tidak mampu membenarkan dirinya sendiri. Pembenaran dapat diartikan sebagai tindakan hukum dari Allah yang mendeklarasikan seorang berdosa sebagai orang benar yang didasarkan pada kebenaran Kristus yang sempurna.&lt;a style="" href="#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;ADOPSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Melalui adopsi orang tebusan diangkat menjadi anak-anak Tuhan Allah yang Mahakuasa.&lt;a style="" href="#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Mereka diperkenalkan sebagai keluarga Allah dan mendapat bagian di dalamnya. Ayat yang menyatakan secara tegas sifat khusus dari adopsi ini adalah Yohanes 1:12, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagaimana halnya dengan pembenaran, kebenaran tentang adopsi pantas untuk disampaikan kepada orang yang sudah percaya maupun yang belum percaya. Kepada mereka yang telah percaya, kebenaran ini mempertegas kembali status dan relasi mereka yang baru dengan Tuhan. Dengan status sebagain anak-anak Allah ini mereka mendapatkan rasa aman dan damai bersama Allah. Dan kepada mereka yang belum percaya, kebenaran ini memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka akan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah jika mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;PENYUCIAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Penyucian adalah kelanjutan dari pekerjaan Roh Kudus yang menyucikan hidup orang berdosa, memperbaharui seluruh hidupnya sebagai gambar dan rupa Allah, dan yang memampukannya menghasilkan perbuatan baik.&lt;a style="" href="#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Meskipun penyucian ini adalah suatu pekerjaan supranatural, namun orang percaya harus bekerja sama dengan Roh Kudus dan berperan aktif dalam menyucikan dirinya dari semua pencemaran jasmani dan rohani (2 Kor 7:1). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Meskipun penyucian ini terjadi secara menyeluruh di dalam diri manusia namun hal ini tidak membuat hidupnya menjadi sempurna. Ia masih memiliki dosa selama hidupnya. Masih adanya sisa-sisa kebejadan pada setiap bagian dirinya. Penyucian ini akan menyebabkan terjadinya tertentangan yang terus menerus dan tidak terselesaikan, antara daging melawan Roh, dan Roh melawan daging. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;KETEKUANAN ORANG KUDUS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan. Ini merupakan penjelasan yang paling sederhana dan singkat mengenai ketekunan orang kudus.&lt;a style="" href="#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ketekunan orang kudus adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam diri orang percaya, yang oleh anugerah Allah bekerja di dalam hati orang percaya sejak awal dan terus menerus bekerja sampai proses keselamatan selesai dengan sempurna.&lt;a style="" href="#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dengan demikian, seseorang yang telah mendapatkan anugerah keselamatan tidak akan pernah kehilangan keselamatannya. Sebab Roh Kuduslah yang bekerja sejak awalnya, dan terus menerus bekerja memelihara hatinya hingga keselamatannya sempurna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengajaran mengenai kenyataan “sekali diselamatkan, tetap diselamatkan” merupakan salah satu pengajaran Alkitab yang paling agung. Pengajaran ini memberi sukacita karena kita mengetahui bahwa kita diselamatkan untuk selama-lamanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Namun doktrin ketekunan orang kudus jangan disalah mengeri bahwa setiap orang yang mengaku beriman di dalam Kristus dan menerima-Nya sebagai orang percaya di dalam persekutuan orang kudus, dijamin di dalam kekekalan mendapatkan jaminan keselamatan yang kekal. Sebab Alkitab sendiri telah memberikan peringatan akan bahaya kemurtadan. “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.” (Ibrani 6:4-6) Mereka dapat dipersamakan seperti perumpamaan benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, yaitu orang yang menerima firman dengan sukacita dan masih terus bersukacita untuk waktu tertentu. Namun sesungguhnya imannya tidak pernah berakar di dalam Kristus. Imannya hanya sampai pada taraf persetujuan pemikiran. Ia setuju pada fakta bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, namun imannya tidak sampai bersandar sepenuhnya kepada Kristus. &lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;KESATUAN DENGAN KRISTUS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Kesatuan denga Kristus merupakan topik yang melingkupi semuanya. Ia mencakup lingkup keselamatan yang luas dari sejak bersumber dalam pemilihan kekal Allah, sampai buah finalnya di dalam pemuliaan orang-orang pilihan. Ia bukan sekedar satu fase penerapan penebusan, tetapi ia mendasari setiap aspek penebusan, baik dari penggenapannya sampai pada penerapannya. Kesatuan dengan Kristus mengikat seluruhnya, dan menjamin setiap orang yang kepadanya Kristus telah membayar penebusan secara efektif.&lt;a style="" href="#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kesatuan dengan Kristus bersifat spiritual dan mistik. Bersifat spiritual artinya adalah pengikat dari kesatuan itu adalah Roh Kudus sendiri (1 Kor 12:13). Kesatuan ini merupakan kesatuan dari karakter spiritual yang berkaitan erat denga natur dan pekerjaan Roh Kudus, sehingga benar-benar melampaui kekuatan manusia menganalisa bagaimana Kristus tinggal di dalam umat-Nya dan umat-Nya tinggal di dalam Dia.&lt;a style="" href="#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kesatuan dengan Kristus bersifat mistik artinya kesatuan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai suatu misteri yang tidak dapat dilihat dengan mata dan tidak dapat didengar oleh telinga demi untuk masuk ke dalam hati manusia, tetapi yang kemudian dinyatakan oleh Allah kepada kita melalui Roh-Nya dan melalui penyataan, dan iman dapat dikenal dan dimengerti oleh manusia.&lt;a style="" href="#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;PEMULIAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;Pemuliaan adalah fase terakhir dari penerapan penebusan. Fase ini menyempurnakan seluruh proses yang dimulai dengan panggilan efektif dan merupakan akhir dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seluruh proses penebusan. Pemuliaan berarti tercapainya tujuan akhir dari setiap umat pilihan Allah yang telah dipilih seturut maksud kekal Bapa, dan melingkupi penggenapan penebusan yang dijamin dan kerjakan oleh karya pengorbanan Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pemuliaan merupakan puncak dan kesempurnaan penebusan dari keseluruhan pribadi, yaitu ketika integritas tubuh dan roh umat Allah telah diubahkan seturut gambar dari Penebus yang telah bangkit, yang telah ditinggikan dan dipermuliakan. Hal itu terjadi ketika setiap tubuh kehinaan mereka diubah seperti tubuh kemuliaan Kristus.&lt;a style="" href="#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;[vb]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;John Murray, &lt;i style=""&gt;Penggenapan dan Penerapan Penebusan&lt;/i&gt; (Jakarta: Momentum, 1999), hal. 96.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; Ibid, hal. 107.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Roy B. Zuck, &lt;i style=""&gt;Spiritual Power in Your Teaching&lt;/i&gt; (Chicago: Moody, 1972), p. 45.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Louis Berkhof, &lt;i style=""&gt;Summary of Christian Doctrine&lt;/i&gt; (Grand Rapids, Michigan: Wm B. Eerdmans Publisher Company, 1938), hal. 126.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ibid, hal. 127.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;John Murray, hal. 136.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Bruce Milne, &lt;i style=""&gt;Know the Truth&lt;/i&gt; (England: Inter-Varsity Press, 1982), hal. 187.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Louis Berkhof&lt;i style=""&gt;, Summary of Christian Doctrine&lt;/i&gt;, hal. 138.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;John Murray, hal. 165.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Louis Berkhof, &lt;i style=""&gt;Summary of Christian Doctrine&lt;/i&gt;, hal. 143.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Edwin Palmer&lt;i style=""&gt;, Lima Pokok Calvinisme&lt;/i&gt; (Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1996), hal. 107. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Louis Berkhof&lt;i style=""&gt;, Summary of Christian Doctrine&lt;/i&gt;, hal. 145.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;John Murray, hal. 208.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ibid, hal. 210.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="IN"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ibid, hal. 220.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-7617942709158340520?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/7617942709158340520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/doktrin-keselamatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/7617942709158340520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/7617942709158340520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/doktrin-keselamatan.html' title='DOKTRIN KESELAMATAN'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-2479237780358818025</id><published>2009-03-08T05:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T09:52:34.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>PNEUMATOLOGY (DOKTRIN ROH KUDUS)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    MENGENAL ALLAH ROH KUDUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;A.    Roh Kudus adalah salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal (Mat 28:19)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Roh Kudus adalah Roh-Nya Allah, Roh yang keluar dari Allah, Roh yang dimiliki Allah, Roh kepunyaan Allah sendiri. Arti dari Roh Allah adalah Roh yang keluar atau yang berasal dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Roh Kudus adalah Roh Kristus (Rom 8:9).&lt;br /&gt;Sebelum kenaikan-Nya ke surga Yesus berkata, “...Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:20). Bandingkanlah pernyataan tersebut dengan pernyataan sebelum hari kematian-Nya: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran” (Yoh 14:16-17). Paulus di dalam Rom 8:9 berkata, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengakui Roh Kudus sebagai Roh Allah atau Roh Kristus berarti kita menolak pandangan yang mengatakan bahwa Roh Kudus adalah sesuatu yang tidak berpribadi, yakni hanya semacam “kuasa” atau “energi” dari Allah (semacam tenaga dalam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Roh Kudus adalah Roh kekekalan (Ibrani 9:14)&lt;br /&gt;Sebelum segala sesuatu diciptakan Ia telah ada (Kej 1:2). Dan Ia juga akan tetap ada sampai selama-lamanya. Berbahagialah orang yang bersandar pada pimpinan dan pertolongan Roh Kudus yang kekal, sebab ia memiliki Juruselamat yang abadi. (Bandingkan dengan manusia yang bersandar pada orang lain atau pada materi yang dapat binasa, ataupun pada kuasa kegelapan akan dibinasakan pada akhir jaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Roh Kudus adalah Roh Kebajikan (Gal 5:22)&lt;br /&gt;Ia adalah Roh yang suci dan baik secara moralitas. Dari dalam diri-Nya keluar buah-buah yang baik. Ia adalah Roh yang memberikan kita kemampuan untuk menjadi manusia yang bermoral baik. Orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan menunjukkan sifat-sifat yang baik. (Bandingkan dengan orang yang dikuasai oleh roh jahat yakni setan, yang kecenderungannya adalah menghasilkan buah-buah kejahatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.    Roh Kudus adalah Roh Kemuliaan&lt;br /&gt;Hal ini berkaitan dengan penganiayaan yang dialami oleh Gereja (anak-anak Tuhan). Pada waktu umat Allah dianiaya dan dipermalukan, Tuhan mempermuliakan mereka yang sedang dipermalukan. Ketika Gereja dianiaya, orang pengikut Kristus ditindas dan disiksa, saat itulah Roh Kudus menyatakan aspek kemuliaan Allah bagi mereka yang dipermalukan. (Sehubungan dengan hal penganiayaan Roh Kudus dapat juga disebut sebagai Roh Penolong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.    Roh Kudus adalah Roh Penolong (Mat 10:18-20)&lt;br /&gt;Roh Kudus menolong umat Allah yang sedang mengalamai penganiayaan. (Lihat penjelasan Roh Kudus adalah Roh Kemuliaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.    Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yohanes 16:13)&lt;br /&gt;Roh Kudus menuntun seseorang untuk kembali kepada kebenaran Tuhan. Orang berdosa memiliki kecenderungan hati untuk menolak pimpinan Firman Tuhan. Tetapi Roh Kudus berkuasa mengubah hatinya sehingga mencintai kebenaran Firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.    Roh Kudus adalah Roh yang mewahyukan (Ef 1:17-18)&lt;br /&gt;Roh Kudus memberikan wahyu-Nya kepada kita dangan cara memberikan inspirasi kepada para penulis Alkitab. Tulisan yang diinspirasikan oleh Roh Kudus ini tidak mungkin salah, dan memiliki otoritas Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.    Roh Kudus adalah Roh yang membangkitkan kesadaran (Kis 16:14)&lt;br /&gt;Roh Kudus memberikan iluminasi (pencerahan) dan hikmat kepada kita. Mata rohani kita yang buta dicelikkan-Nya sehingga kita sadar dan dapat melihat kebenaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    HARI PENTAKOSTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Arti Kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;•    Pentakosa (Yunani: pentekoste) = Lima Puluh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;•    Hari Pentakosta = Hari kelima puluh  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Hari Pentakosta Perjanjian Lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;•    Hari raya pengumpulan hasil panen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;•    Hari peringatan pemberian Hukum Taurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;•    Hari jadi bangsa Israel&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    Hari Pentakosta Perjanjian Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Peristiwa yang mengiringi Pentakosta Perjanjian Baru&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bunyi suara angin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lidah api hinggap di atas kepala para murid&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para murid berbahasa Roh&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga hal tersebut muncul sebagai konfirmasi yang menandakan bahwa Roh Kudus yang dijanji-janjikan telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Hasil dari Pentakosta Perjanjian Baru&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Semua bangsa dan bahasa dapat mendengar Injil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua bangsa dan bahasa dapat bertobat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua bangsa dan bahasa menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Rajanya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.    Makna hari Pentakosta Perjanjian Baru&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hari pengumpulan umat Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari peringatan turunnya Roh Kudus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari jadi Gereja&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Pentakosta adalah hari jadinya gereja, hari di mana gereja terwujud di dalam sejarah. Suatu rencana Allah yang sudah ditunggu-tunggu selama beribu-ribu tahun akhirnya tergenapi pada hari Pentakosta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    PENERIMAAN ROH KUDUS YANG SALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Peniupan Roh Kudus oleh manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Roh Kudus datang dari Allah Bapa dan Allah Anak. Manusia tidak boleh berperan sebagai Allah. “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.” (Yoh 20:22). Peristiwa ini adalah satu-satunya, dimana Allah Anak, Pribadi Allah yang kedua, melakukan tindakan tersebut. Hanya Allah yang berhak meniupkan Roh Kudus. Selain itu tidak ada orang lain, baik nabi, rasul, bapa gereja atau pendeta yang boleh memberikan hembusan dan menyuruh orang menerima Roh Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Berbahasa Roh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Bahasa Roh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sebagai suatu bahasa dan bukan sekedar sebuah ricauan atau mantra&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berfungsi sebagai sarana pemberitaan Firman. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berita yang disampaikan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan (1 Yoh 4:1)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertujuan untuk membangun. “...karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.” (1 Kor 13:26)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dalam penyampaiannya memenuhi 3 syarat dalam 1 Kor 14:27-28:&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jumlah orang yang berkata-kata paling banyak 3 orang. “Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang” (1 Kor 14:27a)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbicara bergiliran. “seorang demi seorang” (1 Kor 14:27b)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harus ada orang yang menerjemahkan. “harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. (1 Kor 14:27c-28)       &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;Roh Kudus tidak merasuki orang yang berbahasa Roh. Maka dari itu seseorang yang diberi karunia bahasa Roh dapat menahan diri, berdiam diri dan tidak menggunakannya. Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. (1 Kor 14:32)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjaga ketertiban. “Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?   (1Kor 14:23) “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” (1 Kor 13:33). Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur. (1 Kor 13:40).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahasa Roh adalah karunia yang tidak diberikan kepada semua orang, melainkan hanya diberikan kepada orang-orang tertentu saja. (1Kor 12:10)  &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV.    PENERIMAAN ROH KUDUS YANG BENAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Berkaitan dengan Pertobatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkaitan dengan Pengakuan terhadap Kristus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkaitan dengan Pemberitaan Injil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkaitan dengan permohonan Kepada Bapa&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V.    CIRI CIRI ORANG YAND DIPENUHI OLEH ROH KUDUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Taat kepada Roh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidup Kudus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjunjung tinggi Firman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberitakan Injil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berani menjalankan kehendak Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghasilkan buah Roh&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-2479237780358818025?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/2479237780358818025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/pneumatology-doktrin-roh-kudus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/2479237780358818025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/2479237780358818025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/pneumatology-doktrin-roh-kudus.html' title='PNEUMATOLOGY (DOKTRIN ROH KUDUS)'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-7456699166402166910</id><published>2009-03-08T05:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T11:26:47.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>CHRISTOLOGY (DOKTRIN TENTANG KRISTUS)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbVfIqPUtqI/AAAAAAAAABY/LEe5-s7S75Y/s1600-h/BSNTT013B.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbVfIqPUtqI/AAAAAAAAABY/LEe5-s7S75Y/s200/BSNTT013B.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311255937935521442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kristus adalah Pribadi kedua dari tiga pribadi Allah Tritunggal. Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    PENAMAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Yesus”&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Kristus”&lt;/span&gt; sering dipakai secara bergantian ataupun secara bersamaan. keduanya mengacu pada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SATU Pribadi&lt;/span&gt; yang sama. Namun masing-masing nama itu memiliki penekanan pada hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    YESUS: &lt;/span&gt;adalah bentuk bahasa Yunani dari kata bahasa Ibrani Jehoshua, Joshua, atau Jeshua. Nama tersebut adalah nama pribadi-Nya yang artinya adalah Sang Juruselamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    KRISTUS:&lt;/span&gt; adalah gelar jabatan yang disandang-Nya, yang artinya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang Diurapi.&lt;/span&gt; Nama “Kristus” merupakan bentuk yang setara dengan nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mesias” &lt;/span&gt;yang di pakai dalam Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama ada tiga jabatan yang mendapatkan pengurapan (pemberkatan khusus) dari Allah, yaitu Raja, Imam dan Nabi. Yesus menjabat sebagai ketiga-tiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebagai Raja,&lt;/span&gt; Ia adalah Raja atas seluruh alam semesta, Raja yang menguasalai seluruh umat manusia, Raja atas segala Raja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebagai Imam,&lt;/span&gt; Ia menjalankan tugas-Nya yang mewakili umat manusia di hadapan Allah. Ia juga yang memberikan korban kepada Allah, yakni tubuh-Nya sendiri. Dan sebagai Imam, Ia juga berdoa syafaat kepada Bapa-Nya untuk seluruh orang yang percaya kepada-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebagai Nabi,&lt;/span&gt; Ia yang menyampaikan Kebenaran Allah dan penghakiman kepada manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    PRA-EKSISTANSI KRISTUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pra = sebelum; eksistansi = Keberadaan. Pra-eksistansi Kristus berarti Kristus sebelum keberadaan-Nya (kelahiran-Nya) di dunia. Kristus telah ada jauh sebelum segala sesuatu diciptakan. (baca Yoh 1:1-3, Yoh 17:5). Kepada orang Yahudi yang menentang-Nya, Ia berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yoh 8:58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    KRISTUS MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kristus adalah Allah yang menciptakan segala sesuatu. (Baca Yoh 1:3, Kolose 1:16). Karena Kristus adalah Pencipta segala sesuatu maka sudah sepantasnyalah semua manusia menyembah-Nya, dan mempertanggung-jawabkan seluruh hidup hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV.    INKARNASI KRISTUS (KRISTUS ADALAH ALLAH YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristus yang adalah Allah, di dalam inkarnasinya Ia menjadi manusia. Ia adalah Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Dua natur Kristus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukti kemanusiaan-Nya: &lt;/span&gt;Ia memiliki tubuh yang sama dengan tubuh manusia lainnya. Ia mengalami keterbatasan fisik (letih, lapar, haus), keterbatasan emosi (cemas). Dalam kasus tertentu Ia memiliki keterbatasan pengetahuan, seperti yang dicatat di dalam Matius 24:36  “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukti keilahian-Nya:&lt;/span&gt; Ia telah ada jauh sebelum segala sesuatu diciptakan, kesetaraan-Nya dengan Allah Bapa dan Roh Kudus, kelahiran-Nya yang ajaib (lahir dari seorang perawan), segala mujizat-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke surga, ia mengetahui isi hati manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ajaran Saksi Yehova sering memakai ayat-ayat yang menyatakan kemanusiaan Yesus untuk menyangkali sifat keilahian-Nya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Pentingnya Allah menjelma menjadi manusia adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dengan memiliki tubuh manusia maka Ia memenuhi syarat menjadi perantara antara Allah dengan manusia. Sebagai prantara, Kristus berperan sebagai pendamai antara dua pihah yang berseteru, yaitu antara Allah yang suci dengan manusia yang berdosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan memiliki tubuh manusia maka Ia dapat menjadi korban pengganti bagi manusia yang berdosa.  Karena manusia telah berdosa, maka hukuman dosa haruslah ditanggung oleh manusia juga. Pembayaran upah dosa mencakup penderitaan tubuh dan jiwa yang hanya mungkin ditanggung oleh manusia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V.    KEMATIAN KRISTUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yesus Kristus disalibkan bukan karena ketidak berdayaannya menghadapi orang yang menangkapnya. Ia mati disalibkan adalah atas dasar kerelaan dan inisiatif-Nya menyerahkan diri. Sebab Ia sendiri tahu bahwa tujuan kedatangan Kristus ke dunia adalah untuk mati di kayu salib. Dan tujuan kematian-Nya adalah untuk menebus seluruh dosa manusia yang percaya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Pengertian Penebusan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata penebusan adalah suatu kosa kata yang umum dipakai di pasar budak pada jaman Perjanjian Baru. Di dalam kitab Perjanjian Baru kata ini berhubungan dengan perbudakan manusia kepada dosa dan Iblis. Allah dalam anugerah-Nya menebus manusia dari keadaannya yang tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Tujuan Penebusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Memenuhi tuntutan keadilan Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua manusia telah berdosa (Roma 3:23). Dan upah dosa adalah maut (Rom 6:23). Sifat kesucian dan keadilan Allah mengharuskan supaya manusia dihukum karena dosa-dosanya. Namun atas anugerah-Nya Ia berkenan menyatakan kasih-Nya kepada manusia dengan cara menanggung dosa manusia. Maut yang seharusnya ditanggung oleh manusia akhirnya ditanggung oleh-Nya. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran (1Pet 2:24). Ia yang tidak berdosa dianggap berdosa karena menanggung dosa manusia yang percaya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Membebaskan manusia dari hukuman dosa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Rom 8:1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    Kehendak Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyebab yang menggerakkan penebusan adalah Kehendak Allah untuk menyelamatkan orang berdosa dengan suatu korban penebusan yang menggantikan manusia. Kelahiran Kristus ke dunia  adalah buah dari kebaikan dan kemurahan Allah (Yoh 3:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D.    Jangkauan Penebusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Secara individual,&lt;/span&gt; Yesus mati menebus seluruh dosa yang ada pada diri seseorang. Di atas kayu salib Ia berkata, “Tetelestai” (sudah selesai), yang pengertiannya adalah: Ia telah membayar lunas seluruh hutang kita. Ia telah menanggung seluruh dosa orang yang percaya atau yang akan percaya kepada-Nya. Manusia yang telah percaya kepada-Nya tidak akan mendapatkan hukuman maut (hukuman kekal), melainkan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16; 11:25-26). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Secara kolektif,&lt;/span&gt; Yesus Kristus hanya menebus manusia yang percaya kepada-Nya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VI.    KEBANGKITAN KRISTUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu (1Kor 15:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    BUKTI KEBANGKITAN KRISTUS: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kubur kosong&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kebangkitannya disaksikan oleh banyak orang. Selama 40 hari sejak kebangkitan sampai pada kenaikkan-Nya ke surga Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada beberapa orang (Kis 1:3). Orang-orang tersebut antara lain:&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kepada dua orang yang dalam perjalanan ke Emaus (Luk 24:13-35)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Murid-murid-Nya (tidak termasuk Thomas) di dalam sebuah ruangan tertutup di Yerusalem (Yoh 20:19-20)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Murid-murid-Nya (termasuk Thomas) di tempat yang sama (Yoh 20:26-28)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tujuh orang murid-Nya di pantai danau Tiberias (Yoh 21:1-2)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kepada lebih dari lima ratus orang sekaligus (1 Kor 15:6), yakni pada saat kenaikan-Nya ke surga.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Maria Magdalena (Yoh 20:11-18)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Para murid diubahkan dan menjadi berani dan giat memberitakan Injil.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    MAKNA KEBANGKITAN KRISTUS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebangkitan Kristus menyatakan kemenangan-Nya menghadapi kuasa maut (kematian). Kematian adalah musuh manusia yang terbesar. Namun musuh yang terbesar ini terlah ditaklukkan oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian kebangkitan Kristus memberikan perngharapan kepada orang yang percaya kepada-Nya, sebab Ia berkuasa membangkitkan umat-Nya. Tuhan Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yoh 11:25-26).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kematian seharusnya tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Sebab selain Kristus menyertai kita di dalam kehidupan ini, ia juga menyertai kita di dalam kematian. Dan pada akhirnya Ia juga yang membangkitkan kita dari kematian. Seandainya Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Injil dan sia-sialah juga kepercayaan kita (1Kor 15:14). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena kita bersekutu dengan Kristus yang telah bangkit maka segala jerih payah kita melayani-Nya tidak sia-sia (1 Kor 15:58).   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VII.    KENAIKAN KRISTUS KE SURGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa kenaikan Kristus ke Surga terjadi pada hari yang ke-40 setelah kebangkitan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Bukti kenaikan Kristus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini disaksikan oleh lebih dari 500 orang di bukit Zaitun (1 Kor 15:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Pentingnya Kenaikan Kristus adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kenaikan Kristus ke surga menjadi proklamasi pemerintahan Kristus. Ia tidak hanya menjadi penguasa atas sekelompok orang (murid-murid-Nya), tetapi Ia juga berkuasa atas seluruh alam semesta. “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat 28:18)  &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kristus naik ke surga supaya Roh Kudus turun ke dunia. Roh kudus juga disebut sebagai Roh Kristus (Rom 8:9). Di dalam wujud Roh maka kehadirannya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Melalui kehadiran-Nya dalam wujud Roh, maka Ia dapat menyertai seluruh umat-Nya kapan saja dan di mana saja. Setiap orang dapat berkomunikasi langsung kepada-Nya di dalam doa setiap saat dan di segala tempat. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VIII.    KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA KALI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kedatang Kristus yang ke dua kali terjadi pada akhir jaman. Peristiwa ini disebut sebagai hari kiamat. Pada kedatangan-Nya yang ke dua ini Ia datang sebagai Hakim dan Raja. Sebagai Hakim, Ia mengadili setiap manusia. Ia menghukum orang-orang yang berdosa. Dan Ia menyelamatkan orang yang percaya kepada-Nya. Sebagai Raja, Ia memimpin, mengembalakan dan menyelamatkan umat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan telah memperingatkan bahwa kedatang-Nya kedua kali seperti kedatangan seorang pencuri. Artinya, tidak ada seorangpun yang tahu waktu kedatangan-Nya. Kedatangan-Nya terjadi secara tiba-tiba, seperti kilat yang datang tanpa di sangka-sangka.  “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap”. (2Pet 3:10) “Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.” (Wahyu 3:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kedatangan-Nya ke ke dua kali ini akan terjadi kegentaran besar pada diri orang-orang berdosa karena takut dan tidak tahan menghadapi penghakiman dan murka Allah. “Mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." (Wahyu 6:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dipihak lain, terjadi suka cita besar pada diri setiap orang yang percaya kepada-Nya, karena hari penyelamatannya telah tiba; segala penderitaan telah berakhir, dan hidup penuh damai sejahtera dengan Allah selama-lamanya. “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21:4). AMIN  [VB]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-7456699166402166910?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/7456699166402166910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/christology-doktrin-tentang-kristus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/7456699166402166910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/7456699166402166910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/christology-doktrin-tentang-kristus.html' title='CHRISTOLOGY (DOKTRIN TENTANG KRISTUS)'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/SbVfIqPUtqI/AAAAAAAAABY/LEe5-s7S75Y/s72-c/BSNTT013B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-3521998991652809238</id><published>2009-03-08T04:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T05:15:54.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>DOKTRIN ALLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    ALLAH TRITUNGGAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Pernyataan Doktrin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah yang sejati adalah Allah Tritunggal. Pengertian dari Allah Tritunggal adalah” “Allah memiliki 3 pribadi (oknum) 1 esensi (substansi)”. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai Allah Tritunggal:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hanya ada satu Allah (Ul 6:4; 1Kor 8:4,6; Yer 10:10)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam ke-Allahan itu ada tiga Pribadi, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiganya Allah yang Esa, benar, dan kekal, sama dalam hal Zat-Nya, setara dalam kuasa dan kemuliaan-Nya. (1Yo 5:7; Mat 3:16-17; 28:19; 2Kor 13:13; Yoh 10:30) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masing-masing pribadi tersebut berbeda satu dengan yang lain (Mat 3:16-17).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Doktrin yang sulit untuk dipahami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Doktrin tentang Allah Tritunggal merupakan salah satu doktrin yang unik dan sulit dimengerti. Sebab dasar konsep keberadaan Allah yang tunggal sekaligus jamak adalah suatu hal yang melampaui kemampuan pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketunggalan (keesaan) keberadaan-Nya berarti hanya ada satu Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kejamakan-Nya berarti ada tiga pribadi yang berbeda yang semuanya adalah Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun doktrin ini sulit diterima dengan akal manusia namun kita tetap mempercayainya karena Alkitab tidak memberikan pandangan alternatif yang lain. Dan adalah suatu hal yang wajar bila doktrin Allah Tritunggal sulit dipahami oleh akal manusia. Sebab Allah yang sejati adalah Allah yang jauh lebih besar dari pada akal manusia. Sebaliknya, Allah yang terlalu gampang dipahami adalah allah hasil ciptaan (karangan) pikiran manusia yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    Doktrin Allah NON-Tritunggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena doktrin Allah Tritunggal sulit dipahami, maka banyak orang yang menolaknya dan mencari alternatif lain yang lebih mudah untuk dipahami. Namun tanpa disadari pilihan lainnya justru memiliki sejumlah masalah yang sangat serius. Di bawah  ini adalah beberapa kepercayaan yang bertentangan dengan kepercayaan kepada Allah Tritunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Unitarianisme &lt;/span&gt;adalah suatu bentuk monotheisme yang berbeda dengan monotheisme Allah Tritunggal. Unitarian tidak mempercayai akan adanya tiga pribadi Allah seperti pada doktrin Allah Tritunggal. Unitarian percaya bahwa Allah hanya memiliki satu pribadi. Kelemahan (kekurangan) dari unitarianisme adalah pandangan ini kehilangan dua sifat Allah yang penting, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Self dependent (bergantung pada dirinya sendiri) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Self suficient (cukup pada dirinya sendiri) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyatakan sifat kasihnya, Allah unitarian tidak dapat bergantung pada dirinya sendiri ataupun cukup pada dirinya sendiri. Sebagai allah yang kesepian, allah unitarian membutuhkan keberadaan objek lain untuk dikasihinya. Untuk menyatakan kasihnya ia harus menciptakan suatu makhluk. Kasihnya sangat bergantung pada keberadaan ciptaannya.&lt;br /&gt;Ketritunggalan dalam Allah merupakan dasar pokok penegasan bahwa Allah itu kasih adanya. Allah Tritunggal bukanlah Allah yang kesepian. Ia tidak memerlukan ciptaan sebagai objek kasih-Nya. Sebagai Tritunggal, Allah sudah puas dengan diri-Nya (self-suficient) dan tidak perlu menciptakan ataupun menyelamatkan suatu objek lain yang diluar diri-Nya. Karena Allah Tritunggal memiliki tiga Pribadi maka Ia dapat saling mengasihi satu sama lain. Dengan demikian, penciptaan dan penyelamatan merupakan tindakan kemurahan hati sepenuhnya, ungkapan Allah sebagai kasih yang bebas dan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Politheisme&lt;/span&gt; adalah suatu kepercayaan pada banyak allah. Politheisme kehilangan tiga sifat Allah yang penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Maha Kuasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maha Ada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maha Tahu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan karena kekuasaan, keberadaan dan pengetahuan allah politheisme telah dibatasi oleh bagian/bidang kekhususannya masing-masing. Contoh:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Allah penguasa langit ada dilangit, berkuasa dilangit, dan mengetahui persoalan yang ada di langit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah penguasa langit tidak berkuasa di bumi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah penguasa langit tidak berada di bumi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Allah penguasa langit tidak tahu persoalan bumi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Atheisme &lt;/span&gt;tidak percaya akan adanya Allah. Atheisme mengalami kesulitan dalam memberi penjelasan mengenai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;asal mula alam semesta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;makna dan tujuan hidup&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Karena orang Atheis tidak percaya akan adanya Allah, maka orang atheis menyakini bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini. Alam datang dari alam sendiri, melalui proses evolusi yang panjang. Semuanya terjadi secara kebetulan, dan tidak ada sesuatu yang merencanakannya. Karena munculnya secara kebetulan, maka alam semesta maupun hidup ini tidak memiliki tujuan sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    SIFAT ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Mengapakah kita perlu mempelajari sifat-sifat Allah? Kita perlu mempelajari sifat sifat Allah karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebagai ciptaan Allah, kita harus mengenal Pencipta kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengenalan seseorang akan Allah akan mempengaruhi sikapnya terhadap Allah. Pengenalan yang salah terhadap Allah akan menimbulkan sikap yang salah terhadap Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah beberapa sifat Allah yang harus diketahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    MAHA KUASA (Omni Potent)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha kuasa berarti kekuasaan-Nya tidak terbatas. Allah memiliki semua kuasa. "Satu kali Allah berfirman, dua hal yang kudengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya" (Maz 62:12). Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia sanggup (mampu) melakukan apa saja yang dikehendakinya. Segala kehendak-Nya pasti terlaksana. Segala rencana-Nya tidak mungkin gagal. Tidak ada di alam semesta  yang mampu menggagalkan atau mengacaukan rencana-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemahakuasaan Allah merupakan ancaman bagi orang jahat dan sekaligus sebagai penghiburan bagi orang percaya. Setiap orang yang berbuat jahat suatu saat nanti harus mempertanggujawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Dan setiap orang yang percaya kepada Allah dipelihara dan dijagai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Allah dinyatakan dalam karya-Nya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;karya penciptaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;karya pemeliharaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;karya penyelamatan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    MAHA ADA/HADIR (Omni Present)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah Roh yang tidak terbatas, yang dapat Mahahadir. Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu. Keberadaan-Nya melampaui ruang dan waktu. Allah berada di segala tempat dalam waktu yang sama. Ia secara utuh berada dimanapun dalam waktu yang sama. "Dia tidak jauh dari kita masing-masing sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak dan kita ada" (Kis 17:27-28). Karena Allah Mahaada maka kita dapat datang beribadah kepada Allah kapan saja dan di mana saja. Kemahahadiran Allah merupakan penghiburan bagi orang percaya, dan sesuatu yang menakutkan bagi orang yang tidak percaya. Di manapun dan sampai kapanpun manusia tidak dapat lari dari hadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    MAHA TAHU (Omni Science)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maha tahu berarti “memiliki semua pengetahuan.”  Allah sebagai keberadaan yang tidak terbatas mampu untuk menyadari segala sesuatu, mengerti segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu. Allah tidak perlu belajar sesuatu untuk atau mendapat pengetahuan yang baru. Masa yang akan datang ataupun masa yang telah berlalu sepenuhnya diketahui oleh Allah. "Sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya semua telah Engkau ketahui, ya Tuhan"  (Maz 139:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak pernah dikejutkan oleh apapun juga. Allah tidak pernah dibingungkan dengan persoalan-persoalan yang membingungkan kita. Pengetahuan Allah melampaui pemikiran manusia, sehingga memungkinkan Dia untuk dapat menyelesaikan misteri yang masih tersembunyi bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengetahui isi hati dan pikiran setiap manusia. Ia tahu segala kekhuatiran serta kebutuhan kita. Karena Allah Mahatahu, maka ia juga tahu segala dosa kita. Tidak seorangpun dapat menyembunyikan dosanya dari hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D.    KUDUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata kudus dalam Alkitab memiliki dua arti:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keterpisahan atau keberbedaan. Allah maha kudus berarti Allah berbeda secara mendalam dengan semua ciptaan-Nya yang lain. Kemuliaan-Nya melampaui segala sesuatu sehingga Ia patut mendapat pujian dan penyembahan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kemurnian dan kebenaran tindakan Allah. Ia betul-betul murni dan sempurna, tanpa dosa atau kejahatan. Allah melakukan apa yang benar. Dia tidak pernah melakukan sesuatu yang salah. Tidak ada kejahatan di dalam kebaikan-Nya. Allah yang kudus menuntut umatnya hidup kudus, yaitu merefleksikan kebenaran Allah dan kemurnian-Nya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E.    BAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran (Yakobus 1:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah kebaikan yang sempurna. Kesempurnaan kebaikan Allah bagaikan kesempurnaan terangnya matahari. Sinar matahari berasal dari dirinya sendiri. Ia sama sekali tidak memiliki bayang-bayang gelap (sisi gelap). Sedangkan bumi dan bulan tidak memiliki sinar pada dirinya sendiri. Bumi dan bulan mendapatkan cahaya dari matahari. Salah satu sisi bumi dan bulan yang mengarah kepada matahari akan menjadi terang, sedangkan sisi lain yang tidak mengarah ke matahari akan mengalami kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kesempurnaan kebaikan Allah: Allah adalah kebaikan yang sempurna, dan sumber dari segala kebaikan. Tidak ada bayang-bayang kejahatan pada diri Allah. Allah tidak punya niat jahat. Ketika Allah mengijinkan orang-orang benar mengalami musibah, semua itu diijinkan terjadi demi kebaikan orang-orang yang mengasihi-Nya (Rom 8:28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manusia tidak memiliki kebaikan pada dirinya sendiri. Manusia baru dikatakan baik bila ia mengarahkan hidupnya kepada Allah dan menyesuaikan sifat-sifatnya dengan sifat-sifat Allah. Jika manusia tidak mengarahkan hidupnya kepada Allah, maka apapun yang diperbuat manusia, ia berada di dalam kegelapan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F.    ADIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Definisi umum dari keadilan adalah memberikan apa yang sepatutnya. Definisi keadilan  menurut Alkitab adalah sesuatu yang berkaitan dengan kebenaran, yaitu melakukan apa yang benar. Pada saat Allah bertindak adil, maka itu berarti Ia melakukan apa yang benar (Kej 18:25; Rom 9:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang berada di luar kategori keadilan, yaitu ketidakadilan dan anugerah. Di bawah ini adalah persamaan dan perbedaan antara ketidakadilan dan anugerah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketidakadilan berada di luar kategori keadilan dan merupakan pelanggaran terhadap keadilan. Contoh: Memberi hukuman yang lebih ringan atau lebih berat dari pada yang seharusnya. Memberi upah kurang dari pada yang seharusnya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Anugerah adalah pemberian cuma-cuma dari Allah kepada manusia yang tidak layak menerimanya. Anugerah juga merupakan hal yang berada diluar kategori keadilan, tetapi tidak melanggar keadilan. Contoh: Menanggung hukuman bagi orang lain serta mengampuni orang yang bersalah. Melunasi hutang orang lain. Memberi upah lebih banyak dari pada yang dijanjikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Allah yang adil sudah sepatutnya menghukum manusia yang berdosa. Sebab upah dosa adalah maut (Rom 6:23). Tetapi Allah juga berhak memberikan anugerah keselamatan kepada orang-orang tertentu. Sebab Ia adalah Allah yang berdaulat. Seperti yang dikatakan-Nya kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati" (Rom 9:15). Manusia tidak berhak menuntut anugerah keselamatan dari Allah. Itu adalah hak prerogatif Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    KARYA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    PENCIPTAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan adalah karya Allah Tritunggal. Dalam karya itu Ia memberi keberadaan pada segala yang ada, yang sebelumnya tidak ada, baik materi maupun spiritual. Allah menciptakan alam semesta dari yang tidak ada (ex nihilo) menjadi ada oleh kekuasaan firman-Nya (Kejadian 1). Ia tidak mencipta dari bahan materi yang telah tersedia melainkan mencipta dari kekosongan. Segala materi baru ada setelah diciptakan oleh Allah (Yohanes 1:3).  Segalanya dicipta oleh Allah selama enam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    PEMELIHARAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah menciptakan alam semesta, kemudian Allah memelihara semua makhluk-Nya, bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi di dunia dan mengarahkan segala hal kepada tujuan yang ditetapkan-Nya (Rom 8:28). Pemeliharaan menyatakan bahwa Allah senantiasa mempertahankan, memperbaharui dan mengatur ciptaan-Nya. Ajaran ini digambarkan dalam kisah Yusuf, yang diculik dan dibuang ke Mesir: pada kemudian hari peristiwa itu dilihat sebagai pemeliharaan Allah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang dilanda kelaparan (Kej 45:1-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan Allah meliputi seluruh alam semesta dan Allah bekerja dalam segala sesuatu (Mazm 115:3; Mat 10:30; Ef 1:11). Gejala-gejala alam seperti angin dan hujan, bahkan yang kelihatan sebagai musibah (Luk 13:1-5), diatur oleh Dia. Kejahatan sekalipun ada di bawah kuasa-Nya dan digunakan untuk rencana-Nya (Kej 50:20; Kis 2:23; Fil 1:17-18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    PENEBUSAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun manusia telah jatuh ke dalam dosa, namun Allah tetap menyatakan kemurahan-Nya. Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).   [vb]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-3521998991652809238?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/3521998991652809238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/doktrin-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/3521998991652809238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/3521998991652809238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/doktrin-allah.html' title='DOKTRIN ALLAH'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-8257881455334261622</id><published>2009-03-08T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T04:54:59.499-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>OTORITAS ALKITAB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    OTORITAS ALKITAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Otoritas Alkitab&lt;/span&gt; berarti bahwa Alkitab memiliki &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wewenang&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekuasaan hukum&lt;/span&gt; yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Alkitab memiliki otoritas tertinggi yang melebihi segala otoritas yang ada. Di dunia ini ada banyak hukum, peraturan atau wewenang yang dibuat oleh manusia. Namun semuanya itu harus tunduk di bawah Alkitab yang memiliki otoritas tertinggi. Segala aspek kehidupan kita harus tunduk dan diarahkan oleh prinsip-prinsip Alkitab yang adalah hukum Allah. Mulai dari masalah politik, hukum, sosial, budaya, teknologi, pendidikan, militer, medis, dan sebagainya, tidak luput dari penghakiman Alkitab. Karena Allah yang menciptakan segala sesuatu dan yang berkuasa atas segala sesuatu, maka segala sesuatu harus tunduk di bawah otoritas firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa Alkitab diilhamkan (diinspirasikan, dinafaskan, difirmankan) oleh Allah. Setiap kata yang ada di dalamnya merupakan firman Allah. Tidak ada satu bagian Alkitab pun yang tidak diilhamkan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga jaminan penting mengenai Alkitab:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;•    Alkitab itu tidak mungkin salah. &lt;/span&gt;Karena Alkitab diilhamkan oleh Allah maka segala sesuatu yang dinyatakan oleh Alkitab adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;•    Alkitab itu jelas. &lt;/span&gt;Alkitab telah ditulis dengan cara sedemikian rupa, hingga orang awam pun mampu memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;•    Alkitab itu cukup.&lt;/span&gt; Artinya kita tidak memerlukan sesuatu yang lain di luar Alkitab untuk dapat mengetahui apa yang perlu kita ketahui (tentang Allah, jalan keselamatan-Nya, serta tugas &amp;amp; tanggung jawab yang Allah tuntut kepada manusia. Bandingkan dengan pernyataan Agustius: Hanya ada 2 hal yang ingin aku ketahui di dalam dunia ini: tentang Allah dan tentang diriku). Kata "cukup" juga berarti tidak mungkin ada wahyu baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Keseluruhannya telah lengkap dan cukup. Karena karena Alkitab telah lengkap dan cukup, maka tidak ada lagi dan tidak dibutuhkan lagi wahyu baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada banyak hal yang tidak kita pelajari dari Alkitab, misalnya:&lt;br /&gt;•    Sejarah lengkap peradaban manusia.&lt;br /&gt;•    Informasi-informasi teknis ilmiah&lt;br /&gt;•    Keberadaan Tuhan Yesus pada masa kanak-kanak, remaja, pendidikan, kehidupan rumah tangga, ataupun penampilan fisik-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab memang tidak diberikan untuk menceritakan tentang segala sesuatu. Alkitab diberikan untuk mengajarkan "apa yang harus dipercayai manusia mengenai keberadaan Allah, serta tugas apa yang dituntut Allah dari manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Alkitab benar-benar memiliki &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sesuatu &lt;/span&gt;untuk dikatakan berkaitan dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;segala sesuatu.&lt;/span&gt; Ada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sesuatu&lt;/span&gt; yang sangat penting yang hendak disampaikan oleh Alkitab, sehingga tanpanya kita tidak dapat memiliki pemahaman yang sejati atas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    BEBERAPA KEUNIKAN ALKITAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.    Ditulis oleh kurang lebih 40 orang penulis yang mana banyak diantara mereka tidak saling kenal dalam jaman yang berbeda (dalam kurun waktu 2000 tahun). Namun secara keseluruhannya merupakan satu kesatuan, yakni "sejarah keselamatan".&lt;br /&gt;➢    Sejarah keselamatan:&lt;br /&gt;- Penciptaan&lt;br /&gt;- kejatuhan manusia ke dalam dosa&lt;br /&gt;- Masa penantian kedatangan juruselamat&lt;br /&gt;- Kedatangan Juruselamat&lt;br /&gt;- Masa pemberitaan Injil keselamatan&lt;br /&gt;- Akhir jaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Seluruh nubuat mengenai Kristus dan gereja (kurang lebih 300 nubuat) yang tergenapi.&lt;br /&gt;3.    Menceritakan asal mula dunia &amp;amp; akhir kesudahannya.&lt;br /&gt;4.    Bukti-bukti arkeologis yang menguatkan kebenaran Alkitab&lt;br /&gt;5.    Terjadi transformasi yang hebat dalam masyarakat dan bangsa-bangsa yang sungguh-sungguh menerapkan kebenaran Firman Tuhan di dalam kehidupan mereka. [vb]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-8257881455334261622?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/8257881455334261622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/otoritas-alkitab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/8257881455334261622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/8257881455334261622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/otoritas-alkitab.html' title='OTORITAS ALKITAB'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-3487900290065741022</id><published>2009-03-08T04:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T04:48:50.725-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>WAHYU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    ARTI WAHYU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu (dalam bahasa Inggris: revelation) memiliki arti: penyataan, penyingkapan, membuka selubung dari hal yang tersembunyi, supaya dapat dilihat dan diketahui apa sebenarnya hal itu. Pe-wahyu-an berarti Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia sehingga manusia dapat mengenal-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    MENGAPA ALLAH MEMBERIKAN WAHYUNYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•    Karena Allah berkenan untuk dikenal oleh manusia. Allah berinisiatif memperkenalkan diri-Nya (Ibrani 1:1-2). Manusia mengetahui tentang Allah karena Dia berkenan merendahkan diri untuk berkomunikasi dengan kita. Seperti orang dewasa yang berbicara dengan anak kecil, Allah menyesuaikan bahasa dan ungkapan-Nya dengan kemampuan kita. John Calvin berkata, ”Seperti pengasuh terhadap bayi, Allah berbicara kepada kita.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•    Manusia memerlukan penyataan diri Allah jika ia ingin memperoleh pengetahuan secukupnya mengenai Dia. Tanpa wahyu Allah maka manusia tidak dapat mengenal Allah &amp;amp; rencana-Nya. Segala spekulasi manusia tentang Allah akan sia-sia belaka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    BAGAIMANAKAH CARA ALLAH MENYATAKAN DIRINYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah menyatakan dirinya melalui dua cara: wahyu umum dan wahyu Khusus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Wahyu Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•    Arti dari wahyu umum adalah: penyataan Allah kepada semua orang di mana-mana (Mat 5:45)&lt;br /&gt;•    Wahyu umum hanya menyatakan sifat Allah yang umum (Rom 1:19-20)&lt;br /&gt;•    Dua sarana wahya umum:&lt;br /&gt;-     Alam semesta (Rom 1:19-20). Melalui alam semesta manusia dapat melihat hukum Allah yang mengatur alam dan segala kehidupan yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;-     Hati nurani (Rom 2:14-15). Di dalam hati tertanam hukum yang mengatur perilaku moral, sehingga setiap manusia memiliki kesadaran akan yang baik dan yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt; Wahyu umum memiliki suatu kekurangan, yaitu masih belum cukup untuk memberikan pengetahuan tentang Allah dan kehendak-Nya, yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan. Untuk membimbing manusia ke dalam keselamatan Allah menyatakan diri-Nya melalui wahyu khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Wahyu Khusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•    Yang dimaksudkan dengan wahyu khusus ialah cara-cara Allah menyatakan diri dengan lengkap dan jelas yang jauh melebihi wahyu umum. Wahyu khusus menyatakan sifat diri Allah yang khusus, jalan keselamatan, serta rencana kekal Allah. (Yoh 14:6). Penyataan itu berpusat pada penjelmaan Allah menjadi manusia (Yesus Kristus), dan diketahui melalui kata-kata Alkitab yang diilhami Allah.&lt;br /&gt;•    Wahyu khusus diberikan melalui dua cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    Penyataan diri Allah melalui para nabi (Allah berbicara secara langsung, atau melalui mimpi, penglihatan, ataupun dengan cara memberikan inspirasi kepada para penulis Alkitab).&lt;br /&gt;o    Penyataan diri Allah melalui Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Wahyu khusus ditujukan kepada orang-orang khusus,  yakni umat pilihan Allah yang termasuk di dalam rencana keselamatan Allah. Wahyu khusus dapat jatuh ke dalam tangan orang-orang yang bukan umat pilihan Allah. Tetapi tidak semua orang dapat memahami atau menerapkan inti berita utama dari wahyu khusus. Untuk dapat memahaminya pesan utamanya dibutuhkan pertolongan khusus dari Roh Kudus yang memberikan pencerahan dan pengertian (Kis 16:14). Roh Kudus adalah kunci untuk dapat memahami dan menerapkan wahyu khusus. Tidak semua orang memiliki kunci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini wahyu khusus telah lengkap, dan dituliskan di dalam Alkitab (39 Kitab Perjanjian Lama, 27 Kitab Perjanjian Baru), dan kini sudah tidak ada lagi wahyu baru.   [vb]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-3487900290065741022?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/3487900290065741022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/wahyu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/3487900290065741022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/3487900290065741022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/wahyu.html' title='WAHYU'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3316027313355537335.post-1196339806999667150</id><published>2009-03-08T04:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T04:43:14.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Systematic Theology'/><title type='text'>PENGANTAR TEOLOGI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I.    APAKAH TEOLOGI ITU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Pengertian teologi secara umum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•    Ilmu yang mempelajari tentang Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catatan: Definisi ini mempunyai suatu kelemahan, yaitu memiliki kesan telah mempersamakan Allah dengan objek-objek pengetahuan lainnya yang dapat dipelajari dengan suatu penyelidikan. Allah dianggap sebagai objek yang dapat dikuasai oleh pikiran manusia yang terbatas.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Pengertian teologi secara khusus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•    Ilmu yang mempelajari tentang Allah,&lt;br /&gt;•    Yang mana ilmu tersebut bersumber dari Firman Allah sendiri (Baca Ibr 1:1-2)&lt;br /&gt;•    Dan untuk dapat memahami serta menerapkannya dibutuhkan pertolongan dari Roh Allah sebagai Guru yang memberikan pencerahan, bimbingan dan pengarahan. (Baca Yoh 16:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya: teologi adalah mengenal Allah melalui Firman-Nya dan dengan pertolongan Roh Kudus-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi ini berlaku prinsip “Dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;➢    Dari Allah: Pengetahuan atau pengenalan kita terhadap Allah datang dari firman-Nya.&lt;br /&gt;➢    Oleh Allah: Firman yang telah kita terima akhirnya dapat dipahami karena pikiran kita telah diberi pencerahan oleh Roh Kudus-Nya.&lt;br /&gt;➢    Kepada Allah: Pengenalan akan Allah ini mendorong kita untuk mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt; Definisi ini dimulai dari suatu kesadaran bahwa Allah adalah suatu Pribadi yang hidup, yang kekuasaan-Nya tidak terbatas, dan yang berdaulat. Maka dari itu teologi tidak dapat diartikan sebagai suatu usaha manusia untuk mengetahui suatu objek yang rendah derajatnya, melainkan sebagai suatu perkenalan manusia dengan suatu pribadi yang agung dan mulia; bagaikan seorang hamba yang berkenalan dengan seorang raja. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Yesaya 55:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    MENGAPAKAH KITA HARUS BELAJAR TEOLOGI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setiap manusia harus belajar teologi karena manusia harus menganal Penciptanya!&lt;br /&gt;“Ingatlah akan Penciptamu...” (Pengkhotbah 12:1)&lt;br /&gt;“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran” (Hosea 6:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III.    BAGAIMANAKAH SEHARUSNYA SIKAP KITA DALAM MEMPELAJARI TEOLOGI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Belajar teologi haruslah dimulai dengan sikap rendah hati. Sebab dalam berteologi kita berkenalan dengan Allah yang hidup, yang maha ada, maha tahu dan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas. Dia bukanlah benda mati yang dapat di jadikan objek pengetahuan manusia. Justru manusialah yang menjadi objek pengetahuan Allah. Pada saat kita mempelajari Allah, pada saat yang sama Allah sedang mengamati hati dan pikiran kita. Maka dari itu, dalam mempelajari Teologi haruslah didahului dengan sikap rendah hati. Pengertian dari sikap rendah hati di sini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.    Setia berpegang teguh kepada Firman-Nya.&lt;/span&gt; Hanya Allah yang tahu tentang diri-Nya sendiri. Karena itu, untuk dapat memiliki pengenalan akan Allah kita harus mengandalkan penyataan dari Allah sendiri. Firman-Nya adalah nara sumber satu-satunya yang membawa kita kepada pengenalan yang benar tentang Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.    Tidak bersandar pada pengertian sendiri.&lt;/span&gt; Manusia tidak dapat mengarang-ngarang kebenaran tentang Allah. Pikiran manusia bukanlah alat untuk mencipta atau pencetak kebenaran, melainkan sebagai alat penerima kebenaran. Pikiran manusia tidak dapat merekayasa kebenaran. Kebenaran bersumber dari Allah sendiri. Agar dapat memiliki kebenaran tentang Allah maka pikiran manusia harus diisi dengan kebenaran yang bersumber dari firman Allah, dan bukan dengan mengarang-ngarang kebenaran tentang Allah.&lt;br /&gt;Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C.    Bertujuan untuk memuliakan Allah.&lt;/span&gt; Pengenalannya akan Allah bukan untuk menyombongkan diri. Sebab tujuan Allah menyatakan diri-Nya kepada kita adalah supaya kita dapat mengembalikan kemuliaan kepada Dia yang pantas untuk dimuliakan. [vb]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3316027313355537335-1196339806999667150?l=victormordechai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://victormordechai.blogspot.com/feeds/1196339806999667150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/pengantar-teologi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/1196339806999667150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3316027313355537335/posts/default/1196339806999667150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://victormordechai.blogspot.com/2009/03/pengantar-teologi.html' title='PENGANTAR TEOLOGI'/><author><name>Victor Bob</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03121119493509362843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_4QaoenWKeOw/Sbt5ypcLX2I/AAAAAAAAADk/-Kv7ziQKHP8/S220/victor+bob+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
