Sunday, March 8, 2009

PENGANTAR TEOLOGI

I. APAKAH TEOLOGI ITU?

A. Pengertian teologi secara umum:
• Ilmu yang mempelajari tentang Allah

(Catatan: Definisi ini mempunyai suatu kelemahan, yaitu memiliki kesan telah mempersamakan Allah dengan objek-objek pengetahuan lainnya yang dapat dipelajari dengan suatu penyelidikan. Allah dianggap sebagai objek yang dapat dikuasai oleh pikiran manusia yang terbatas.)

B. Pengertian teologi secara khusus:
• Ilmu yang mempelajari tentang Allah,
• Yang mana ilmu tersebut bersumber dari Firman Allah sendiri (Baca Ibr 1:1-2)
• Dan untuk dapat memahami serta menerapkannya dibutuhkan pertolongan dari Roh Allah sebagai Guru yang memberikan pencerahan, bimbingan dan pengarahan. (Baca Yoh 16:13).

Singkatnya: teologi adalah mengenal Allah melalui Firman-Nya dan dengan pertolongan Roh Kudus-Nya.

Dari definisi ini berlaku prinsip “Dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36).

➢ Dari Allah: Pengetahuan atau pengenalan kita terhadap Allah datang dari firman-Nya.
➢ Oleh Allah: Firman yang telah kita terima akhirnya dapat dipahami karena pikiran kita telah diberi pencerahan oleh Roh Kudus-Nya.
➢ Kepada Allah: Pengenalan akan Allah ini mendorong kita untuk mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Allah.

(Catatan: Definisi ini dimulai dari suatu kesadaran bahwa Allah adalah suatu Pribadi yang hidup, yang kekuasaan-Nya tidak terbatas, dan yang berdaulat. Maka dari itu teologi tidak dapat diartikan sebagai suatu usaha manusia untuk mengetahui suatu objek yang rendah derajatnya, melainkan sebagai suatu perkenalan manusia dengan suatu pribadi yang agung dan mulia; bagaikan seorang hamba yang berkenalan dengan seorang raja. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Yesaya 55:6)


II. MENGAPAKAH KITA HARUS BELAJAR TEOLOGI?
Setiap manusia harus belajar teologi karena manusia harus menganal Penciptanya!
“Ingatlah akan Penciptamu...” (Pengkhotbah 12:1)
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran” (Hosea 6:6)


III. BAGAIMANAKAH SEHARUSNYA SIKAP KITA DALAM MEMPELAJARI TEOLOGI?
Belajar teologi haruslah dimulai dengan sikap rendah hati. Sebab dalam berteologi kita berkenalan dengan Allah yang hidup, yang maha ada, maha tahu dan memiliki kekuasaan yang tidak terbatas. Dia bukanlah benda mati yang dapat di jadikan objek pengetahuan manusia. Justru manusialah yang menjadi objek pengetahuan Allah. Pada saat kita mempelajari Allah, pada saat yang sama Allah sedang mengamati hati dan pikiran kita. Maka dari itu, dalam mempelajari Teologi haruslah didahului dengan sikap rendah hati. Pengertian dari sikap rendah hati di sini adalah:

A. Setia berpegang teguh kepada Firman-Nya. Hanya Allah yang tahu tentang diri-Nya sendiri. Karena itu, untuk dapat memiliki pengenalan akan Allah kita harus mengandalkan penyataan dari Allah sendiri. Firman-Nya adalah nara sumber satu-satunya yang membawa kita kepada pengenalan yang benar tentang Allah.

B. Tidak bersandar pada pengertian sendiri. Manusia tidak dapat mengarang-ngarang kebenaran tentang Allah. Pikiran manusia bukanlah alat untuk mencipta atau pencetak kebenaran, melainkan sebagai alat penerima kebenaran. Pikiran manusia tidak dapat merekayasa kebenaran. Kebenaran bersumber dari Allah sendiri. Agar dapat memiliki kebenaran tentang Allah maka pikiran manusia harus diisi dengan kebenaran yang bersumber dari firman Allah, dan bukan dengan mengarang-ngarang kebenaran tentang Allah.
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5).

C. Bertujuan untuk memuliakan Allah. Pengenalannya akan Allah bukan untuk menyombongkan diri. Sebab tujuan Allah menyatakan diri-Nya kepada kita adalah supaya kita dapat mengembalikan kemuliaan kepada Dia yang pantas untuk dimuliakan. [vb]

No comments:

Post a Comment